Penguatan Komunikasi Empatik melalui Model DIGICARE sebagai Upaya Mitigasi Cyberbullying pada Siswa SMA
Abstract
Interaksi remaja di media sosial meningkatkan terjadinya cyberbullying yang berdampak terhadap kesehatan mental. Rendahnya kesadaran mengenai pentingnya komunikasi empatik menyebabkan berbagai bentuk komunikasi negatif, seperti ejekan, penghinaan, body shaming, dan ujaran kebencian, masih sering dianggap sebagai candaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya komunikasi empatik sebagai upaya mitigasi cyberbullying di media sosial. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Juli 2026 di SMA Muhammadiyah 25 Pamulang dengan melibatkan sekitar 700 siswa. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) yang dipadukan dengan pendekatan experiential learning melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, analisis kasus komentar media sosial, simulasi reflektif, dan pengenalan model DIGICARE (Consider, Acknowledge, Respect, Encourage). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu meningkatkan keterlibatan peserta serta mendorong pemahaman mengenai dampak psikologis komunikasi yang tidak empatik. Simulasi reflektif menggunakan media kertas yang diremas membantu peserta memaknai bahwa kata-kata yang menyakitkan dapat meninggalkan luka emosional yang tidak mudah dipulihkan. Selain itu, model DIGICARE memberikan panduan praktis yang mudah dipahami dalam membangun komunikasi digital yang lebih bertanggung jawab. Program ini berpotensi menjadi alternatif model edukasi literasi digital dan penguatan karakter sebagai strategi preventif dalam menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan bebas dari cyberbullying
PDF Download: 3
References
Chambers, R. (1994). Participatory rural appraisal (PRA): Analysis of experience. World Development, 22(9), 1253–1268. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90003-5
Collins, A. M., Warburton, W. A., Bussey, K., & Sweller, N. (2024). Factor structure and psychometric properties of the Digital Communication Empathy Scale (DCES). International Journal of Human-Computer Studies, 183, 103183. https://doi.org/10.1016/j.ijhcs.2023.103183
Dewi, W. N. A., Purwanto, E., & Mulawarman. (2026). Digital empathy in online communication: A systematic literature review. Counsenesia Indonesian Journal of Guidance and Counseling, 7(1). https://doi.org/10.36728/cijgc.v7i1.6566
Hinduja, S., & Patchin, J. W. (2022). Cyberbullying identification, prevention, and response. Cyberbullying Research Center.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice-Hall.
Kowalski, R. M., Giumetti, G. W., Schroeder, A. N., & Lattanner, M. R. (2014). Bullying in the digital age: A critical review and meta-analysis of cyberbullying research among youth. Psychological Bulletin, 140(4), 1073–1137. https://doi.org/10.1037/a0035618
Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.
Mikkelsen, B. (2011). Methods for development work and research: A new guide for practitioners. SAGE Publications.
Nurhayati, N., Sembiring, A. B., Salsabilla, A. Z., Haziq, J. S., Juliana, J., Handayani, N., & Fadhillah, Z. (2024). Memahami perspektif etika digital di kalangan pelajar: Pendekatan kualitatif terhadap penggunaan media sosial. JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3). https://doi.org/10.71456/adc.v3i3.1283
Ozer, E. J., Abraczinskas, M., Suleiman, A. B., Kennedy, H., & Nash, A. (2024). Youth-led participatory action research and developmental science: Intersections and innovations. Annual Review of Developmental Psychology, 6, 401–423. https://doi.org/10.1146/annurev-devpsych-010923-100158
Parlindungan, D., Haloho, H. N. Y., Silvian, V., Syabanera, N. D., Cahyadi, L. B., Eugenia, J. F., Pattymahu, G. C. H., Kusumawardani, F., Clarissa, E. C., & Fernando, E. (2023). Literasi digital untuk meningkatkan pemahaman siswa SMA Paskalis Jakarta mengenai etika komunikasi di media sosial. Dharma Sevanam: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 201–211. https://doi.org/10.53977/sjpkm.v2i2.1072
Pretty, J. N. (1995). Participatory learning for sustainable agriculture. World Development, 23(8), 1247–1263. https://doi.org/10.1016/0305-750X(95)00046-F
Rogers, C. R. (1957). The necessary and sufficient conditions of therapeutic personality change. Journal of Consulting Psychology, 21(2), 95–103. https://doi.org/10.1037/h0045357
Stufflebeam, D. L., & Shinkfield, A. J. (2007). Evaluation theory, models, and applications. Jossey-Bass.
Sudarsih, S., & Widisuseno, I. (2023). Pentingnya sikap bijak dalam bermedia sosial. Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 111–115. https://doi.org/10.14710/hm.7.2.111-115
UNESCO. (2019). Behind the numbers: Ending school violence and bullying. UNESCO.
UNICEF. (2020). Cyberbullying: Apa itu dan bagaimana menghentikannya. https://www.unicef.org/indonesia/id/child-protection/apa-itu-cyberbullying
World Health Organization. (2024). Adolescent mental health. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health
Zebua, W. D. A., Kurniawan, D., Sabilla, M., & Alfatah, R. (2024). Socialization of children's rights as a preventive effort against child bullying at the Nur Karomah Orphanage, Depok. Jurnal Layanan Masyarakat, 8(3), 412–422. https://doi.org/10.20473/jlm.v8i3.2024.412-422
Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
PDF downloaded = 3 times























