Penerapan Desain Komunikasi Visual dalam Pengembangan Media Informasi di Langgar Darut Taqwa Kota Palangka Raya
Abstract
Ketersediaan informasi visual yang jelas pada lingkungan tempat ibadah diperlukan untuk membantu pengguna mengenali fasilitas, memahami aturan penggunaan, serta memperoleh informasi edukatif secara mudah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan Desain Komunikasi Visual dalam pengembangan media informasi di Langgar Darut Taqwa, Kota Palangka Raya. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-deskriptif melalui tahapan observasi dan identifikasi kebutuhan, perencanaan media, perancangan, produksi, pemasangan, dan evaluasi secara deskriptif. Hasil kegiatan menghasilkan 12 media komunikasi visual yang dikelompokkan menjadi media penunjuk dan identifikasi fasilitas, media pengingat penggunaan fasilitas, serta media edukasi keagamaan. Tiga media, yaitu penunjuk tempat wudhu laki-laki, tempat wudhu perempuan, dan area parkir, dibuat menggunakan bahan akrilik, sedangkan sembilan media lainnya menggunakan kertas laminasi. Seluruh media telah diproduksi dan dipasang pada lokasi yang disesuaikan dengan fungsi masing-masing. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa media komunikasi visual yang dapat digunakan sebagai sarana informasi, pengingat, dan edukasi di lingkungan langgar. Meskipun demikian, kegiatan belum melakukan pengukuran kuantitatif terhadap pemahaman, kepuasan, atau perubahan perilaku pengguna sehingga efektivitas media belum dapat disimpulkan secara terukur. Pengembangan selanjutnya dapat diarahkan pada evaluasi pengguna dan penyempurnaan sistem visual agar lebih konsisten dan berkelanjutan.
PDF Download: 5
References
Ketersediaan informasi visual yang jelas pada lingkungan tempat ibadah diperlukan untuk membantu pengguna mengenali fasilitas, memahami aturan penggunaan, serta memperoleh informasi edukatif secara mudah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan Desain Komunikasi Visual dalam pengembangan media informasi di Langgar Darut Taqwa, Kota Palangka Raya. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-deskriptif melalui tahapan observasi dan identifikasi kebutuhan, perencanaan media, perancangan, produksi, pemasangan, dan evaluasi secara deskriptif. Hasil kegiatan menghasilkan 12 media komunikasi visual yang dikelompokkan menjadi media penunjuk dan identifikasi fasilitas, media pengingat penggunaan fasilitas, serta media edukasi keagamaan. Tiga media, yaitu penunjuk tempat wudhu laki-laki, tempat wudhu perempuan, dan area parkir, dibuat menggunakan bahan akrilik, sedangkan sembilan media lainnya menggunakan kertas laminasi. Seluruh media telah diproduksi dan dipasang pada lokasi yang disesuaikan dengan fungsi masing-masing. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa media komunikasi visual yang dapat digunakan sebagai sarana informasi, pengingat, dan edukasi di lingkungan langgar. Meskipun demikian, kegiatan belum melakukan pengukuran kuantitatif terhadap pemahaman, kepuasan, atau perubahan perilaku pengguna sehingga efektivitas media belum dapat disimpulkan secara terukur. Pengembangan selanjutnya dapat diarahkan pada evaluasi pengguna dan penyempurnaan sistem visual agar lebih konsisten dan berkelanjutan.
Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
PDF downloaded = 5 times























