Progresivitas Kecerdasan Buatan dalam Perspektif Epistemologi dan Implikasinya bagi Ilmu Pengetahuan Kontemporer

  • Surajiyo Surajiyo Universitas Indraprasta PGRI Jakarta,  Indonesia
Keywords: Algoritma, Epistemologi, Filsafat Ilmu, Ilmu Kontemporer, Kecerdasan Buatan

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam cara manusia memproduksi, mengelola, dan memvalidasi pengetahuan ilmiah. AI tidak lagi berfungsi semata sebagai alat bantu teknis, melainkan berkembang menjadi instrumen epistemik yang mempengaruhi struktur pengetahuan, otoritas kebenaran, serta peran subjek manusia dalam proses ilmiah. Kondisi ini menimbulkan persoalan epistemologis terkait validitas, objektivitas, dan legitimasi pengetahuan berbasis algoritmik. Artikel ini bertujuan menganalisis progresivitas kecerdasan buatan dalam perspektif epistemologi serta implikasinya bagi perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan terhadap literatur epistemologi, filsafat ilmu, dan kajian teknologi yang dianalisis melalui kerangka filosofis-kritis untuk memetakan pergeseran subjek epistemik, otoritas pengetahuan, dan tantangan validitas ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecerdasan buatan berkontribusi signifikan dalam mempercepat dan memperluas produksi pengetahuan ilmiah, namun sekaligus menghadirkan tantangan epistemologis berupa pergeseran otoritas pengetahuan, problem transparansi algoritmik, serta risiko reduksi rasionalitas dan refleksi kritis manusia. Oleh karena itu, progresivitas AI perlu ditempatkan secara kritis dalam kerangka epistemologi yang menegaskan peran manusia sebagai subjek pengetahuan utama serta menjamin integritas dan tanggung jawab ilmiah dalam pengembangan ilmu pengetahuan kontemporer.

Abstract View: 0 PDF Download: 0
Download data is not yet available.

References

Atmaja, S. A. (2021). Ethical considerations in algorithmic decision-making: Towards fair and transparent AI systems. Jurnal Filsafat, 31(1), 15–30.

Bakhtiar, A. (2018). Filsafat ilmu. Jakarta, Indonesia: RajaGrafindo Persada.

Bostrom, N. (2014). Superintelligence: Paths, dangers, strategies. Oxford: Oxford University Press.

Chalmers, A. F. (2013). Apa itu yang disebut ilmu? Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Faisal, M. (2022). Regulasi dan tantangan hukum penggunaan kecerdasan buatan di Indonesia. Cendekia: Jurnal Hukum dan Pembangunan, 2(1), 101–118.

Floridi, L. (2006). Information ethics, its nature and scope. ACM SIGCAS Computers and Society, 36(3), 21–36. https://doi.org/10.1145/1188528.1188538

Floridi, L. (2011). The philosophy of information. Oxford, UK: Oxford University Press.

Floridi, L., Cowls, J., Beltrametti, M., Chatila, R., Chazerand, P., Dignum, V., … Vayena, E. (2018). AI4People—An ethical framework for a good AI society. Minds and Machines, 28(4), 689–707. https://doi.org/10.1007/s11023-018-9482-5

Kaelan. (2010). Filsafat ilmu: Paradigma, metode, dan dinamika perkembangannya. Yogyakarta: Paradigma.

Kaelan. (2013). Filsafat Pancasila: Pandangan hidup bangsa Indonesia. Yogyakarta: Paradigma.

Kitchin, R. (2014). Big data, new epistemologies and paradigm shifts. Big Data & Society, 1(1), 1–12. https://doi.org/10.1177/2053951714528481

Kuhn, T. S. (1996). The structure of scientific revolutions (3rd ed.). Chicago: University of Chicago Press.

Latif, Y. (2011). Negara paripurna: Historisitas, rasionalitas, dan aktualitas Pancasila. Jakarta: Gramedia.

Magnis-Suseno, F. (2016). Etika politik: Prinsip-prinsip moral dasar kenegaraan modern. Jakarta, Indonesia: Gramedia Pustaka Utama.

Mellyzar, Nahadi, & Nabuasa, D. A. (2024). Progresivitas kecerdasan buatan dalam perspektif epistemologi. Jurnal Filsafat Indonesia, 7(3), 310–320.

Mittelstadt, B. D., Allo, P., Taddeo, M., Wachter, S., & Floridi, L. (2016). The ethics of algorithms: Mapping the debate. Big Data & Society, 3(2), 1–21. https://doi.org/10.1177/2053951716679679

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mukmin, M. A., & Putri, L. G. S. (2023). Fenomenologi Heidegger dan epistemic injustice: Kritik terhadap dominasi artificial intelligence. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(2), 85–98.

Munggarani, S., Herlambang, Y. T., & Abidin, Y. (2025). Deep learning epistemology: A philosophical paradigm of scientific understanding in the era of artificial intelligence. SOSIOEDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan dan Sosial, 14(1), 43–55.

Notonagoro. (1983). Pancasila secara ilmiah populer. Jakarta, Indonesia: Bina Aksara.

Notonagoro. (1983). Pancasila: Dasar falsafah negara. Jakarta: Bina Aksara.

Pabubung, M. R. (2020). Epistemologi kecerdasan buatan: Perspektif filsafat ilmu. Yogyakarta: Kanisius.

Pabubung, M. R. (2024). Epistemologi kecerdasan buatan (AI) dan pentingnya ilmu etika dalam pendidikan interdisipliner. Jurnal Filsafat Indonesia, 7(2), 125–138.

Rizal, M. F., Patmanthara, S., & Rahmawati, C. (2025). Revolusi epistemologi dalam era kecerdasan buatan: Tantangan dan implikasi pembelajaran mendalam. Discovery: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 9(1), 55–68.

Simbolon, L., Manugeren, M., & Barus, E. (2025). Does AI know things? An epistemological perspective on artificial intelligence. Journal of English Language and Education, 10(1), 81–94.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Suriasumantri, J. S. (2009). Filsafat ilmu: Sebuah pengantar populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Published
2026-02-28
How to Cite
Surajiyo, S. (2026). Progresivitas Kecerdasan Buatan dalam Perspektif Epistemologi dan Implikasinya bagi Ilmu Pengetahuan Kontemporer. Journal of Instructional and Development Researches, 6(1), 102-110. https://doi.org/10.53621/jider.v6i1.729
Abstract viewed = 0 times
PDF downloaded = 0 times