https://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/issue/feedJurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat2026-10-05T17:29:00+07:00Dr. Safaruddinsafaruddin@unm.ac.idOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;">JIPPMas merupakan Singkatan dari Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat merupakan media publikasi dalam bentuk artikel penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. JIPPMas diterbitkan dua kali dalam setahun yakni <strong>Juni dan Desember</strong>, mencakup penelitian, pengembangan dan penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terkait hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk, model, konsep dan atau implementasi sebagai upaya peningkatan partisipasi masyarakat pada pengembangan hard skill maupun soft skill. Jurnal ini diterbitkan oleh <a title="IEL Education" href="https://www.iel-education.org/legalitas/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Indonesia Emerging Literacy Education</strong></a> bekerjasama <strong>Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai </strong>setelah dinyatakan memenuhi syarat melalui peer-reviewed oleh para sejawat di bidangnya. Jurnal ini menerima artikel terkait penelitian dan hasil pengabdian kepada masyarakat dalam bidang ilmu-ilmu sosial-humaniora dan ilmu-ilmu eksakta meliputi bidang-bidang berikut ini, Pendidikan, Teknologi informasi, Hukum, Ekonomi, Humaniora, Teknik, Pertanian, Komunikasi, Kesehatan, Rekayasa dan bidang-bidang yang lain. Untuk menjamin kualitas artikel dari berbagai rumpun ilmu tersebut, maka tim editor melakukan seleksi dengan menggunakan sistem <strong>double-blind peer review</strong> dengan melibatkan <strong>minimal 2 orang reviewer</strong> dalam satu artikel dari berbagai perguruan tinggi Negeri maupun Swasta sesuai dengan bidangnya masing-masing.</p>https://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/835Pendampingan Transformasi Layanan Skrining Digital Kesehatan Mental Remaja melalui Implementasi Aplikasi SiPendekar2026-09-30T17:23:54+07:00Sukmadiningtyas Sukmadiningtyassukmatyas@telkomuniversity.ac.idSarah Astitisarahas@telkomuniversity.ac.idMahazam Afradmahazama@telkomuniversity.ac.idGisella Arnis Grafiyanagisella.arnis@ump.ac.id<p>Kesehatan mental remaja merupakan isu penting yang dapat mempengaruhi perkembangan akademik, sosial, dan emosional siswa. Namun, keterbatasan mekanisme deteksi dini di lingkungan sekolah menyebabkan layanan identifikasi dan pemantauan kesehatan mental belum berjalan secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan aplikasi SiPendekar (Sistem Informasi Pendeteksi Kesehatan Jiwa Raga) sebagai media skrining kesehatan mental berbasis digital di SMP Muhammadiyah Purwokerto. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan koordinasi dengan mitra, sosialisasi kesehatan mental, pelatihan penggunaan aplikasi, pelaksanaan skrining menggunakan instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ), serta validasi hasil oleh psikolog. Peserta kegiatan terdiri dari 90 siswa kelas VII, VIII dan IX berusia 11–14 tahun yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling.</em> Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh indikator keberhasilan program berhasil tercapai. Tingkat partisipasi peserta mencapai 90%dari total sasaran kegiatan, sebanyak 81 siswa berhasil menyelesaikan pengisian instrumen SDQ melalui aplikasi SiPendekar, dan 90% peserta mampu menggunakan aplikasi secara mandiri selama proses skrining. Selain itu, seluruh data yang terkumpul berhasil diproses dan dianalisis sebagai dasar penyusunan rekomendasi pendampingan oleh pihak sekolah dan psikolog. Implementasi SiPendekar terbukti mampu mendukung proses skrining kesehatan mental secara lebih cepat, sistematis, dan terdokumentasi sehingga memudahkan sekolah dalam memperoleh informasi untuk mendukung layanan bimbingan dan konseling berbasis data. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam mendukung transformasi digital layanan bimbingan dan konseling di sekolah serta memperkuat upaya deteksi dini</p>2026-09-30T06:49:04+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/844Pelatihan Public Speaking Bagi Anggota BUMRW KUAT SIHIR (Badan Usaha Milik RW Kampung Gambut Siantan Hilir) dalam Mendukung Pengembangan Agrowisata Lahan Gambut2026-09-30T17:23:54+07:00Siti Sawerahsitisawerah@faperta.untan.ac.idEva Dolorosaeva.dolorosa@faperta.untan.ac.idNugra Irianta Denashuryandenashurya@faperta.untan.ac.id<p>Pengembangan agrowisata lahan gambut berpotensi meningkatkan ekonomi, mengenalkan keberagaman hayati, dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Kampung Gambut Siantan Hilir, dengan sumber daya alam melimpah, memiliki potensi besar untuk agrowisata berbasis gambut. Badan Usaha Milik RW (BUMRW) KUAT SIHIR di kampung ini berperan penting dalam mengelola potensi tersebut. Pengelola BUMRW membutuhkan komunikasi efektif dan keterampilan <em>public speaking</em> untuk mempromosikan potensi agrowisata kepada wisatawan, masyarakat, pemerintah, serta calon investor. Namun sebagian besar anggota BUMRW KUAT SIHIR belum memiliki kemampuan <em>public speaking</em> yang memadai. Pelatihan <em>public speaking</em> dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi anggota BUMRW, memperkuat hubungan dengan berbagai pihak, dan mendukung pengembangan agrowisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk; 1) memberikan pemahaman kepada anggota terkait teknik dasar <em>public speaking</em>; 2) melatih anggota agar mempunyai kemampuan <em>public speaking</em>. Pengabdian dilaksanakan pada anggota BUMRW KUAT SIHIR yang berada di Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak. Metode pelaksanaan kegiatan dengan metode penyuluhan (ceramah) dan pelatihan <em>public speaking</em>. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa tingkat partisipasi peserta tergolong tinggi, terlihat dari persentase kehadiran mencapai 80 persen (20 dari 25 anggota). Pelatihan <em>public speaking</em> bagi pengelola agrowisata gambut berhasil meningkatkan kemampuan peserta dalam hal pengetahuan dasar, keterampilan presentasi, pemahaman audiens, serta penyusunan pesan edukatif tentang gambut. Hasil post-test menunjukkan sebagian besar peserta berada pada kategori tinggi, menunjukkan peningkatan dibanding sebelum pelatihan. Kegiatan ini efektif membangun kepercayaan diri dan memperkuat peran peserta sebagai komunikator lingkungan dalam mendukung pengembangan agrowisata berkelanjutan. Peningkatan kemampuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh anggota BUMRW KUAT SIHIR dalam mempromosikan potensi agrowisata lahan gambut kepada wisatawan, pemerintah, dan calon investor pada kegiatan-kegiatan berikutnya, tanpa bergantung pada pendampingan tim pelaksana PKM.</p>2026-09-30T06:49:47+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/874Green Decor Entrepreneurship: Menciptakan Peluang Usaha Kokedama yang Inovatif di Lingkungan SMP2026-09-30T17:23:55+07:00Kartika Dwijayantikartika.dwijayanti.2531747@students.um.ac.idListyo Yudha Irawanlistyo.fis@um.ac.idRatih Pramesthiratih.2531747@students.um.ac.idRoihatul Makwaroihatul.makwa.2531747@students.um.ac.idValerian Audryliana Putrivalerian.audryliana.2531747@students.um.ac.idTrisna Nindy Levia Tantiajitrisna.nindy.2531747@students.um.ac.idNabela Ananda Putrinabela.ananda.2531747@students.um.ac.idHidayatul Ihsan Sanyhidayatul.ihsan.2531747@students.um.ac.idFanny Rafida Akhmadfanny.rafida.2531747@students.um.ac.idMochamad Faithurrosyidinmochamad.faithurrosyidin.2531747@students.um.ac.id<p>SMP Nasional Malang memiliki posisi strategis dalam mengembangkan potensi kompetensi sosial dan ekologis pada murid. Namun, keterbatasan lahan hijau yang signifikan akibat lokasi sekolah di pemukiman padat menyebabkan suasana menjadi gersang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi keterbatasan lahan tersebut, yaitu melalui teknik penghijauan vertikal dengan pembuatan kokedama. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan pembuatan kokedama yang diintegrasikan dengan penumbuhan jiwa green decor entrepreneurship serta peningkatan keterampilan praktis siswa. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan yaitu pra pelaksanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Adapun analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan metode eksperimen one group pretest posttes desain. Hasil efektivitas program berada pada kategori "Sedang" (N-Gain 60,55%), dimana kegiatan menunjukkan siswa sangat bersemangat untuk terus meningkatkan kreativitas mereka dalam bidang dekorasi hijau. Secara praktis, kegiatan ini menghasilkan produk kokedama karya siswa yang difungsikan sebagai media penghijauan vertikal berbasis <em>zero waste</em> di area strategis sekolah, sekaligus memberikan pengalaman nyata dalam simulasi kegiatan ekonomi sederhana. Program ini berhasil menggabungkan aspek alam, keindahan, dan kemampuan berbisnis dalam satu sistem kerja yang mudah diterapkan, sehingga bisa membantu membangun kepribadian siswa di dalam lingkungan sekolah.</p>2026-09-30T06:50:24+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/876Sosialisasi dan Pendampingan Pemanfaatan Tik Tok Shop untuk Meningkatkan Literasi Digital Pelaku UMKM Desa Ngabab2026-09-30T17:23:55+07:00Afif Berlian Saputriafif.berlian.2531747@students.um.ac.idAhmad Sulton Alim Mabrurahmad.sulton.2531747@student.um.ac.idNivayatus Sayyadahnivayatus.sayyadah.2531747@students.um.ac.idClarissa Novita Safitrianaclarissa.novita.2531747@students.um.ac.idDela Tarisa Agustiandinidela.tarisa.2531747@students.um.ac.idFanana Firdausifanana.firdausi2531747@students.um.ac.idZulfa Desi Ramadhanizulfa.desi.2531747@students.um.ac.idIktamala Varah Aisy Anindaiktamala.varah.2531747@students.um.ac.idSyamsul Bachrisyamsul.bachri.fis@um.ac.id<p>UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun pelaku usaha di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, masih menghadapi keterbatasan literasi digital sehingga pemasaran produk didominasi metode konvensional dan pemanfaatan <em>marketplace</em> belum optimal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital, kemampuan branding, dan keterampilan pemasaran daring melalui sosialisasi serta pendampingan pemanfaatan <em>TikTok Shop</em>. Metode yang dipakai adalah <em>Community Based Participatory Action Research</em> (CBPAR), yang melibatkan pemerintah desa dan pelaku UMKM dalam setiap tahapan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Juli 2026 dengan melibatkan 19 pelaku UMKM melalui penyampaian materi, pelatihan branding, implementasi TikTok Shop, serta praktik pembuatan akun bisnis dan pengunggahan produk. Evaluasi dilakukan menggunakan angket <em>pretest</em> dan posttest skala Likert 1–4. Hasil menunjukkan rata-rata skor peserta meningkat dari 21,11 (52,76%) pada pretest menjadi 35,53 (88,82%) pada <em>posttest</em>, atau meningkat sebesar 36,06%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan CBPAR yang selaras dengan praktik langsung sangat efektif untuk meningkatkan literasi digital dan kesiapan UMKM dalam memanfaatkan <em>TikTok Shop</em> sebagai media pemasaran dengan tujuan memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.</p>2026-09-30T06:51:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/880Menembus Era Otomatisasi Melalui Pembekalan Navigasi Karier dan Pelatihan Cloud Accounting bagi Siswa SMK2026-09-30T17:23:55+07:00Bonita Prabasaribonita@usm.ac.idFajar Akriana Nila Relitafajar.akriana@usm.ac.idErlina Dewi Endah Amaliyaherlina@usm.ac.idAndhy Tri Adriyantoandhy@usm.ac.id<p>Era otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) mengubah secara signifikan lanskap dunia kerja, termasuk profesi akuntansi yang selama ini identic dengan tugas rutin dan berulang. Generasi Z sebagai peserta didik SMK Kompetensi Keahlian Akuntansi dan Lembaga Keuangan dihadapkan pada kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang semakin mengarah pada otomatisasi proses akuntansi berbasis perangkat lunak digital. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk membekali siswa SMK Negeri 9 Semarang dengan pemahaman navigasi karir di era otomatisasi serta keterampilan digital akuntansi praktis. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2026 melalui ceramah interaktif, workshop pengenalan aplikasi akuntansi digital dan disertai pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman pada seluruh aspek yang diujikan dari 42% menjadi 81,7% atau meningkat sebesar 39,7%, dengan peningkatan tertinggi pada aspek penggunaan software akuntansi digital dan pemahaman peran akuntan di era digital. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan pemahaman baru mengenai strategi karir yang relevan dengan tuntutan era <em>Society 5.0. </em>Kegiatan ini diharapkan menjadi model pembekalan berkelanjutan bagi SMK lain dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap otomatisasi.</p>2026-09-30T06:52:23+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/881From Vision to Action: Penguatan Self-Leadership Siswa SMKN 9 Semarang Menggunakan SMART Goals Framework2026-09-30T17:23:55+07:00Adhi Pradiptyaadhi@usm.ac.idTeguh Ariefiantoroteguh.ariefiantoro@usm.ac.idElisabeth Rotua Simamoraelisabethrotuas@usm.ac.idDaniel Teguhdaniel@usm.ac.id<p>Transisi menuju era Industri 5.0 menghadirkan otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mengancam relevansi keterampilan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan <em>self leadership </em>yang dipadukan dengan <em>SMART Goals Framework </em>sebagai strategi penguatan karakter integritas dan kreativitas siswa. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan dan observasi mitra, sosialisasi dan pelatihan penyusunan tujuan karir, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Juli 2026 di SMK Negeri 9 Semarang dengan 43 siswa dan 5 guru pendamping. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan penanaman pola pikir <em>Self-Leadership</em> untuk mengubah perilaku reaktif menjadi proaktif, serta menyusun target yang <em>Specific, Measurable, Achievable, Relevant, </em>dan<em> Time-bound.</em> Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep kepemimpinan diri dan kemampuan Menyusun tujuan karir yang spesifik, terukur, dan berbatas waktu, serta tumbuhnya kesadaran bahwa integritas dan kreativitas merupakan nilai tambah yang tidak tergantikan oleh mesin. Kegiatan ini menghasilkan poster SMART <em>Goals </em>yang dapat direplikasi pada SMK lain sebagai strategi penguatan karakter di era Industri 5.0.</p>2026-09-30T06:52:57+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/883Implementasi Sistem Computer-Based Test (CBT) Berbasis Web untuk Mendukung Digitalisasi Evaluasi Pembelajaran 2026-09-30T17:23:55+07:00Nadofah Nadofahnadofah.febis@upnjatim.ac.idIqbal Ramadhani Mukhlis iqbal.ramadhani.fasilkom@upnjatim.ac.idNambi Sembilu nambi.sembilu.ft@upnjatim.ac.idFariska Amalia23011010013@student.upnjatim.ac.idFinalia Arum Cahyani24011010180@student.upnjatim.ac.id<p>Transformasi digital mendorong sekolah untuk mengadopsi sistem evaluasi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan sistem <em>Computer-Based Test</em> (CBT) berbasis web sebagai media digitalisasi evaluasi pembelajaran di SMK Nurul Amanah Bangkalan. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi, analisis kebutuhan, implementasi sistem, uji coba, pendampingan, dan evaluasi penggunaan sistem. Sistem yang diimplementasikan menyediakan fitur pengelolaan bank soal, manajemen pengguna, pengaturan jadwal ujian, pelaksanaan ujian berbasis web, penilaian otomatis, dan penyajian hasil evaluasi secara real-time. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu mendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran secara lebih efektif, mempercepat proses penilaian, mempermudah pengelolaan administrasi ujian, serta memperoleh respons positif dari pengguna berdasarkan hasil evaluasi implementasi. Keberadaan sistem CBT berbasis web diharapkan dapat mendukung transformasi digital evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.</p>2026-09-30T06:53:33+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/887Penguatan Komunikasi Empatik melalui Model DIGICARE sebagai Upaya Mitigasi Cyberbullying pada Siswa SMA2026-09-30T17:23:55+07:00Winda Dwi Astuti Zebuawindadwiaz@gmail.comSyifa Astasia Utarisyifa.astasia@umj.ac.idFatma Sarifatma.sari@umj.ac.idJamiati KNjamiatikn@gmail.comMuhammad Thoriq Ilyasilyassthoriq@gmail.comOktaviana Purnamasarioktaviana.purnamasari@umj.ac.idHari Eko Purwantohari.ekopurwanto@umj.ac.id<p>Interaksi remaja di media sosial meningkatkan terjadinya <em>cyberbullying</em> yang berdampak terhadap kesehatan mental. Rendahnya kesadaran mengenai pentingnya komunikasi empatik menyebabkan berbagai bentuk komunikasi negatif, seperti ejekan, penghinaan, body shaming, dan ujaran kebencian, masih sering dianggap sebagai candaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya komunikasi empatik sebagai upaya mitigasi <em>cyberbullying</em> di media sosial. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Juli 2026 di SMA Muhammadiyah 25 Pamulang dengan melibatkan sekitar 700 siswa. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) yang dipadukan dengan pendekatan experiential learning melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, analisis kasus komentar media sosial, simulasi reflektif, dan pengenalan model DIGICARE (Consider, Acknowledge, Respect, Encourage). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu meningkatkan keterlibatan peserta serta mendorong pemahaman mengenai dampak psikologis komunikasi yang tidak empatik. Simulasi reflektif menggunakan media kertas yang diremas membantu peserta memaknai bahwa kata-kata yang menyakitkan dapat meninggalkan luka emosional yang tidak mudah dipulihkan. Selain itu, model DIGICARE memberikan panduan praktis yang mudah dipahami dalam membangun komunikasi digital yang lebih bertanggung jawab. Program ini berpotensi menjadi alternatif model edukasi literasi digital dan penguatan karakter sebagai strategi preventif dalam menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan bebas dari <em>cyberbullying</em></p>2026-09-30T06:54:09+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/891Literasi Berbasis Pendidikan Progresif Membangun Nilai-Nilai Positif melalui Keterampilan Menulis dan Kreasi Zine2026-09-30T17:23:55+07:00Wildan Farih Kurniawanwildanfarih98@gmail.comAqidatul Munfariqohmunfariqohaqidatul@gmail.comArwani Muktiantoarwanitian30@gmail.comBagus Tegar Wicaksonobagustegar357@gmail.com<p>Komunitas suporter sepak bola memiliki potensi sebagai ruang pembelajaran sosial, namun belum banyak dimanfaatkan untuk penguatan budaya literasi dan pembentukan karakter. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan literasi komunitas melalui pendekatan pendidikan progresif dengan memanfaatkan keterampilan menulis dan kreasi zine sebagai media literasi alternatif pada komunitas Curva Nord Persikaba Blora. Metode yang digunakan mengintegrasikan Participatory Learning and Action (PLA), seminar interaktif, workshop, diskusi reflektif, dan pendampingan praktik penyusunan zine. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pendidikan progresif, literasi komunitas, dan pentingnya nilai-nilai positif seperti tanggung jawab, sportivitas, gotong royong, empati, serta kreativitas. Selain itu, peserta mampu mengembangkan ide dan menghasilkan prototipe zine sebagai media ekspresi, dokumentasi, dan penguatan identitas komunitas. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas suporter membuktikan bahwa pendekatan partisipatif berbasis pengalaman mampu membangun budaya literasi yang kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini menghasilkan model penguatan literasi komunitas yang mengintegrasikan pendidikan progresif dengan media zine sebagai strategi pemberdayaan komunitas pemuda.</p>2026-09-30T06:54:48+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/894Budidaya Azolla Microphylla Sebagai Pakan Alternatif Ternak Berbasis Zero-Waste Farming: Pemberdayaan Masyarakat di Pesisir Selatan2026-09-30T17:23:55+07:00Ciptro Handriantohandrianto@unp.ac.idAkrimullah Mubaiakrimullahmubai@unp.ac.idVevi Sunartivevisunarti@fip.unp.ac.idRahmawati Darussyamsurahmabio@fmipa.unp.ac.idTri Assifa Candra Defiassifacandra53@gmail.com<p>Ketergantungan pada pakan komersial menjadi salah satu tantangan utama bagi petani skala kecil karena biaya pakan merupakan komponen penting dalam biaya produksi. Kondisi tersebut dihadapi Kelompok Tani Murni di Desa Sungai Sirah, Kenagarian Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, yang mengembangkan peternakan bebek dan budidaya ikan air tawar. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam membudidayakan <em>Azolla microphylla</em> sebagai sumber pakan alternatif sekaligus menerapkan sistem pertanian minim limbah (<em>zero-waste</em>) berbasis sumber daya lokal. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis andragogi dan pembelajaran pengalaman, meliputi penyadaran dan analisis kebutuhan, pelatihan budidaya Azolla, praktik pembuatan kolam, penerapan <em>Azolla Smart Farming Kit</em> (ASF-Kit UNP), pelatihan manajemen usaha, serta pendampingan berkelanjutan. Sasaran kegiatan terdiri atas 15 anggota Kelompok Tani Murni. Pelaksanaan menunjukkan partisipasi aktif mitra melalui pembuatan kolam budidaya dan pemanenan biomassa Azolla, disertai interaksi langsung antara tim pengabdian dan masyarakat. Pemanfaatan Azolla berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pakan eksternal dan mengintegrasikan limbah ternak sebagai sumber nutrisi. Azolla juga berpotensi menjadi sumber protein alternatif bagi ternak dan ikan, dengan tingkat substitusi yang perlu disesuaikan berdasarkan jenis ternak, bentuk pakan, dan komposisi nutrisi. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan berbasis teknologi tepat guna yang mengintegrasikan aspek ekonomi, pendidikan, kelembagaan, dan lingkungan.</p>2026-09-30T06:55:24+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/895Click, Grow, Eat! Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Praktik Hidroponik dan Pengenalan Kosakata Bahasa Inggris bagi Peserta Didik Autis2026-09-30T17:23:55+07:00Atsir Al Atsaridonptson@gmail.comChindy Innayahhindyinnayah@gmail.comIndi Nurmelindanurmelindaindi@gmail.comTiara Putri Handiyuningsihtp7911029@gmail.comSyifa Munawarohsyifamwe10@gmail.comReka Sevtianingsih Caniagorekasevtianingsih30@gmail.comTaufik Hidayattaufikkipo3@gmai.comShelsa Putri Maydataufikkipo3@gmai.comNeti Asmiati neti.asmiati@untirta.ac.id<p>Pendidikan vokasional bagi peserta didik autis penting untuk membekali keterampilan hidup, namun program vokasional hidroponik, pengenalan Bahasa Inggris, dan pemanfaatan media digital di SLB Negeri 1 Bantul masih berjalan secara terpisah. Program Click, Grow, Eat (CGE) bertujuan mengintegrasikan ketiga komponen tersebut ke dalam satu pengalaman belajar berbasis hidroponik yang dilanjutkan dengan pengenalan aktivitas kewirausahaan sederhana. Metode pelaksanaan mengacu pada tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang berlandaskan pembelajaran melalui pengalaman langsung. Program dilaksanakan oleh delapan mahasiswa Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa selama enam kali pertemuan, dengan melibatkan sekitar 10 peserta didik autis jenjang SD, SMP, dan SMA. Intervensi mencakup pengenalan konsep hidroponik dan kosakata Bahasa Inggris, praktik penyemaian dan perawatan tanaman menggunakan botol bekas, pemanfaatan chatbot Hidrobot dan media interaktif Mengenal Hidroponik, serta pengolahan dan penjualan burger menggunakan sayuran hidroponik yang diperoleh dari luar sekolah. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui pengamatan langsung terhadap respons dan keterlibatan peserta didik pada setiap pertemuan. Selama kegiatan, peserta didik menunjukkan antusiasme, dan salah satu peserta didik jenjang sekolah dasar menunjukkan perkembangan dalam mengenali jenis tanaman dan kosakata Bahasa Inggris yang diperkenalkan, meskipun temuan ini tidak dapat digeneralisasikan. Pelaksanaan program menghadapi kendala berupa keragaman karakteristik peserta didik dan kehadiran yang tidak selalu konsisten, sehingga pendampingan individual digunakan untuk menyesuaikan kegiatan dengan kebutuhan peserta didik. Program CGE menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran vokasional, Bahasa Inggris, dan media digital berbasis pengalaman langsung dapat menjadi model pembelajaran alternatif bagi peserta didik autis di SLB, dengan penekanan pada pendekatan individual sesuai karakteristik peserta didik.</p>2026-09-30T06:55:59+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/898Strategi Pemasaran Personalisasi pada UKM CV Berkah Kota Batu Jawa Timur2026-09-30T17:23:56+07:00Farika Nikmahfarika.nikmah@polinema.ac.idHalid Hasanhalid.hasan@polinema.ac.idErlangga Andi Sukmaerlangga.andi@polinema.ac.idTri Ramadani Arjotri.ramadani@polinema.ac.idDilla Faqihatul Hasanahadmin.pari@polinema.ac.idAdinda Nabilaadmin.pari@polinema.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital mendorong Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk beradaptasi dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah personalisasi pemasaran melalui media sosial, khususnya TikTok, yang memungkinkan UKM menyampaikan informasi produk secara konsisten dan interaktif. Strategi ini relevan bagi UKM yang menawarkan produk non-konsumsi harian karena diperlukan upaya untuk menjaga produk tetap berada dalam ingatan konsumen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan mitra dalam menerapkan personalisasi pemasaran melalui media digital secara mandiri dan konsisten. Metode yang digunakan adalah <em>Participatory Action Research</em> (PAR) melalui tahapan diskusi, pelatihan, pendampingan, dan uji coba yang melibatkan mitra secara aktif. Kegiatan dilaksanakan pada CV Berkah yang bergerak dalam bidang kerajinan tangan dan tas anyaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu menerapkan personalisasi pemasaran melalui TikTok secara mandiri dan konsisten. Setelah melalui proses pelatihan, pendampingan, dan uji coba, CV Berkah mampu menentukan target audiens, menyusun dan menghasilkan konten yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, serta mengelola konten TikTok secara mandiri. Penerapan personalisasi melalui TikTok membantu meningkatkan <em>awareness</em> dan <em>engagement</em> serta menjaga produk tetap berada dalam ingatan konsumen. Meskipun belum menunjukkan peningkatan pendapatan secara langsung, strategi ini menjadi langkah awal dalam membangun hubungan yang lebih personal dan mendukung keberlanjutan pemasaran digital CV Berkah.</p>2026-09-30T06:56:33+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/899Pendampingan Tata Kelola Kolaboratif melalui Gerakan Gotong Royong sebagai Upaya Penguatan Modal Sosial Masyarakat2026-09-30T17:23:56+07:00Fachri Faisalfachrif@unib.ac.idGandiansyah Tarsan Efendigandi210805@gmail.comAzzahra Faranisararazahraaza@gmail.comDesi Br Harahapdesibrhatahap6@gmail.comRina Fatimahfatimahrina00@gmail.comRizki Novriyansyah Wigunarizkinovriyansyahwiguna@gmail.com<p>Permasalahan kebersihan lingkungan di Kelurahan Lubuk Lintang, Kabupaten Seluma, tidak hanya berupa penumpukan sampah, tetapi juga belum teraturnya koordinasi dan jadwal gotong royong. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat tata kelola kolaboratif dan mendorong penguatan modal sosial masyarakat melalui gerakan gotong royong. Metode PkM mengadopsi prinsip Participatory Action Research (PAR) melalui identifikasi kebutuhan bersama mitra, perencanaan dan pembagian peran, edukasi, aksi gotong royong, monitoring, refleksi-evaluasi, dan penyusunan mekanisme keberlanjutan. Kegiatan berlangsung selama tiga minggu, satu kali setiap minggu secara bergilir di RW 1, RW 2, dan RW 3, melibatkan 50 peserta dari unsur kelurahan, masyarakat, mahasiswa KKN, Yonif TP 891/MS, dan Dinas Lingkungan Hidup. Evaluasi dilakukan secara deskriptif menggunakan daftar hadir, lembar observasi, dokumentasi sebelum-sesudah, dan diskusi evaluatif. Hasil menunjukkan seluruh tahapan terlaksana, pembagian peran antarpemangku kepentingan berjalan, lokasi sasaran tampak lebih bersih, serta tersusun jadwal gotong royong rutin dan mekanisme koordinasi lanjutan. Interaksi, kerja sama, dan tanggung jawab bersama selama kegiatan menjadi indikasi penguatan modal sosial, meskipun belum diukur dengan instrumen kuantitatif. Model ini dapat digunakan sebagai acuan pengelolaan lingkungan partisipatif di tingkat kelurahan.</p>2026-09-30T06:57:17+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/901Edukasi Partisipatif Antiperundungan untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar2026-09-30T17:23:56+07:00Fachri Faisalfachrif@unib.ac.idNabila Tifanny Dwinovnabillatiffany8@gmail.comWulan Fransiska Ade Tiawulanprasiska45@gmail.comViola Kamisiahlamisiahh00@gmail.comRiki Juliansyahjuliansyahriki084@gmail.comAhmad Royyanahmdroyyn03@gmail.com<p>Perundungan di sekolah dasar dapat mengganggu rasa aman, kenyamanan belajar, dan perkembangan sosial peserta didik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan 56 siswa kelas IV, V, dan VI SD Negeri 89 Talang Dantuk mengenai bentuk, dampak, pencegahan, dan mekanisme pelaporan perundungan. Metode PkM menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berorientasi Participatory Learning and Action (PLA) melalui tes awal, pemaparan materi, tanya jawab, bermain peran, refleksi, pembuatan poster, dan tes akhir. Evaluasi pengetahuan menggunakan 10 butir tes objektif. Rata-rata skor meningkat dari 44,46 menjadi 74,82; sebanyak 40 siswa (71,43%) mencapai skor sekurang-kurangnya 75 dan melampaui kriteria keberhasilan program sebesar 70%. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi partisipatif berpotensi memperkuat pengetahuan antiperundungan siswa. Kesadaran, sikap, dan perilaku belum diukur dengan instrumen khusus sehingga tidak disimpulkan sebagai luaran terukur. Implikasi PkM adalah perlunya sekolah mengintegrasikan edukasi antiperundungan terstruktur secara berkala, memperkuat peran guru, menyediakan kanal pelaporan yang aman, serta memantau perubahan perilaku dan iklim kelas secara berkelanjutan.</p>2026-09-30T06:57:50+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/904Penerapan Ekonomi Sirkular dan Teknologi Tepat Guna dalam Meningkatkan Keberdayaan Usaha Peternakan Kambing2026-09-30T17:23:56+07:00Desy Ismah Anggrainidesyismahanggraini@uwp.ac.idFitryani Fitryanifitryani@uwp.ac.idRosyida Fajri Rinantirosyida.fajri@gmail.com<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keberdayaan usaha peternakan kambing melalui penerapan ekonomi sirkular dan teknologi tepat guna (TTG) pada Griya Kambing di Dusun Bongso Wetan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kondisi awal, sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Intervensi meliputi penerapan mesin pencacah rumput, pembuatan pakan fermentasi, pengolahan limbah kotoran kambing menggunakan mesin pencacah kompos dan komposter, pengembangan pupuk organik, pengemasan produk, penyusunan SOP, pencatatan keuangan sederhana, dan pelatihan pemasaran. Evaluasi dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan level keberdayaan sebelum dan sesudah program berdasarkan delapan indikator. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata level keberdayaan meningkat dari 1,00 menjadi 2,62 atau sebesar 1,62 poin. Indeks keberdayaan meningkat dari 25,0% menjadi 65,6%, dengan nilai <em>N-gain</em> sebesar 54,2%. Peningkatan paling tinggi terjadi pada produksi pakan, pengolahan limbah, pemanfaatan TTG, pengembangan produk turunan dan pengemasan, serta penerapan SOP. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi TTG dan ekonomi sirkular mampu meningkatkan kapasitas mitra dalam mengelola produksi, memanfaatkan limbah, dan menciptakan nilai tambah usaha secara lebih berkelanjutan.</p>2026-09-30T06:58:23+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/910Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Pekarangan untuk Budidaya Cabai Merah di Pangkalan TNI Angkatan Laut Bengkulu2026-09-30T17:23:56+07:00Marlin Marlinmarlin@unib.ac.idDwi Wahyuni Ganefiantidw_ganefianti@unib.ac.idReny Herawatireny.herawati@unib.ac.idPrinky Okta Saputraprinkysaputra@gmail.comLia Fitrianilia_fitriani@gmail.com<p>Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemanfaatan pekarangan untuk budidaya cabai merah sebagai pendukung ketahanan pangan sekaligus sumber pendapatan keluarga. Kegiatan ini bertujuan mengintroduksi varietas cabai keriting unggul hasil penelitian Universitas Bengkulu yang telah memperoleh sertifikat Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), yaitu UNIB C H13, UNIB C 23, Dwiguna UNIB, dan UNIB C H73, kepada anggota Pangkalan TNI Angkatan Laut (LANAL) Bengkulu beserta istri melalui pendekatan <em>Participatory Rural Appraisal</em> (PRA). Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi budidaya, praktik lapangan, dan pendampingan dalam pemanfaatan lahan pekarangan. Kegiatan difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai teknik budidaya cabai. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi peserta dalam memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif. Peserta juga memberikan respons positif terhadap introduksi varietas cabai unggul yang memiliki ketahanan terhadap penyakit Begomovirus (keriting daun kuning) serta potensi hasil sekitar 10 ton ha⁻¹. Program ini memberikan manfaat dalam mendorong kemandirian pangan rumah tangga, serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis pekarangan yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi dan inovasi varietas unggul merupakan pendekatan yang efektif untuk mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan<strong>.</strong></p>2026-09-30T06:59:10+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/918Pemberdayaan UMKM Kuliner melalui Katalog Augmented Reality dan Digital Marketing untuk Penguatan Kewirausahaan: Studi Dapurloonaku2026-09-30T17:23:56+07:00Darma Rika Swaramarindadarmarika_s@unj.ac.idEka Dewi Utariekadewiutari@unj.ac.idTarma Tarmatarma@unj.ac.idMochamad Adzka Rachmanmochamad.adzka@mhs.unj.ac.idSekar Ayu Arumningtyassekar.ayu.arumningtyas@mhs.unj.ac.idMarrina Azka Ahadianamarrina.azka.ahadiana@mhs.unj.ac.idRena Maretha Sarirena.maretha.sari@mhs.unj.ac.id<p>Pelaku UMKM kuliner Dapurloonaku di Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, menghadapi lima keterbatasan utama: visualisasi produk yang masih sederhana, pemasaran digital yang belum optimal, pencatatan transaksi manual, literasi digital yang perlu diperkuat, dan belum adanya pemanfaatan Augmented Reality (AR) sebagai media promosi interaktif. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kewirausahaan mitra melalui pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan pengembangan katalog produk berbasis AR, pelatihan digital marketing, dan digitalisasi pencatatan transaksi dalam lima tahap: identifikasi masalah, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Intervensi meliputi pengembangan katalog menu ber-barcode AR melalui platform Kivicube, pelatihan WhatsApp Business dan Instagram Business, penyerahan thermal printer dan aplikasi e-kasir, serta penguatan identitas usaha. Evaluasi terhadap 10 responden menggunakan instrumen skala 1-5 yang diisi retrospektif menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman dan keterampilan digital dari 2,23 menjadi 4,09 (naik 83,3%), dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman teknologi AR dan penggunaan katalog AR (masing-masing naik 105%). Program ini berkontribusi memperluas kapasitas kewirausahaan digital mitra, terutama dalam memanfaatkan media promosi interaktif dan sistem pencatatan digital, meskipun keberlanjutan penerapan masih memerlukan pendampingan lanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi AR dengan penguatan pemasaran digital dan pencatatan transaksi dapat menjadi strategi pemberdayaan UMKM kuliner yang efektif dan berkelanjutan.</p>2026-09-30T06:59:50+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/919Penerapan Desain Komunikasi Visual dalam Pengembangan Media Informasi di Langgar Darut Taqwa Kota Palangka Raya2026-09-30T17:23:56+07:00Akhmad Mujahidakhmadmujahid566@gmail.comNiswa Al-anah Wibowoniswaa19.com@gmail.comRani Ranirni263763@gmail.comCiraendra Caenovacaenoveaciraenda@gmail.comFara Suseno Putri rafaraputri@gmail.comNadira Anisanadiraanisaaa@gmail.comMuhammad Ikhsan Maskurimikhsanm98@gmail.comAndika Putraandikaaputraa090@gmail.comAhmad Luthfiahmadlthf9@gmail.com<p>Ketersediaan informasi visual yang jelas pada lingkungan tempat ibadah diperlukan untuk membantu pengguna mengenali fasilitas, memahami aturan penggunaan, serta memperoleh informasi edukatif secara mudah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan Desain Komunikasi Visual dalam pengembangan media informasi di Langgar Darut Taqwa, Kota Palangka Raya. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-deskriptif melalui tahapan observasi dan identifikasi kebutuhan, perencanaan media, perancangan, produksi, pemasangan, dan evaluasi secara deskriptif. Hasil kegiatan menghasilkan 12 media komunikasi visual yang dikelompokkan menjadi media penunjuk dan identifikasi fasilitas, media pengingat penggunaan fasilitas, serta media edukasi keagamaan. Tiga media, yaitu penunjuk tempat wudhu laki-laki, tempat wudhu perempuan, dan area parkir, dibuat menggunakan bahan akrilik, sedangkan sembilan media lainnya menggunakan kertas laminasi. Seluruh media telah diproduksi dan dipasang pada lokasi yang disesuaikan dengan fungsi masing-masing. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa media komunikasi visual yang dapat digunakan sebagai sarana informasi, pengingat, dan edukasi di lingkungan langgar. Meskipun demikian, kegiatan belum melakukan pengukuran kuantitatif terhadap pemahaman, kepuasan, atau perubahan perilaku pengguna sehingga efektivitas media belum dapat disimpulkan secara terukur. Pengembangan selanjutnya dapat diarahkan pada evaluasi pengguna dan penyempurnaan sistem visual agar lebih konsisten dan berkelanjutan.</p>2026-09-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/920Integrasi Ambatig sebagai Media Pembelajaran Digital untuk Diversifikasi Desain Batik pada Pendidikan Vokasi2026-09-30T17:23:56+07:00Dinda Kartikadindakartika@unimed.ac.idDebi Yandra Niskadindakartika@unimed.ac.idMisgiya Misgiyadindakartika@unimed.ac.idDidi Febriandindakartika@unimed.ac.idInsan Taufikdindakartika@unimed.ac.idFevi Rahmawati Suwantodindakartika@unimed.ac.idKana Saputra Sdindakartika@unimed.ac.idNurul Maulida Surbaktidindakartika@unimed.ac.idHamidah Nasutiondindakartika@unimed.ac.id<p>Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru dan siswa, mempercepat perancangan motif, serta memperluas diversifikasi desain batik melalui aplikasi Ambatig. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Berastagi dengan melibatkan 50 peserta, terdiri atas 10 guru dan 40 siswa Program Keahlian Kriya Kreatif Batik dan Tekstil. Metode mencakup lima tahap: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan. Data diperoleh melalui observasi, penilaian portofolio, pencatatan waktu perancangan, dan angket 15 pernyataan berskala Likert. Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu menghasilkan sedikitnya satu desain digital secara mandiri dan lebih dari tiga variasi dari satu motif dasar. Seluruh desain yang diuji menampilkan pengulangan yang rapi, presisi, dan beragam, sedangkan satu rancangan digital dapat diselesaikan dalam 45–60 menit. Evaluasi menghasilkan rerata 4,86 dari skala 5 dengan 98,7% respons positif. Ambatig telah diintegrasikan dalam tiga pertemuan pembelajaran desain batik. Temuan ini menunjukkan bahwa Ambatig mendukung keterampilan digital, produktivitas kreatif, kualitas perancangan motif, dan penerapan pembelajaran batik berbasis teknologi serta mendukung eksplorasi desain berbasis budaya lokal Karo. Hasil ini menegaskan potensi Ambatig sebagai media pembelajaran kontekstual, efisien, terukur, dan berkelanjutan di SMK.</p>2026-09-30T07:02:53+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/921Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil melalui Edukasi MP-ASI sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Posyandu Bojanegara Purbalingga2026-09-30T17:23:56+07:00AM. Yulia Mutmainahmbuniess@gmail.comEtika Dewi Cahyaningrumetikadewi@uhb.ac.idMurniati Murniati murniati@uhb.ac.id<p>Stunting masih menjadi permasalahan gizi nasional, dengan prevalensi tertinggi di Kabupaten Purbalingga terdapat di Kecamatan Padamara (17,43%), khususnya Desa Bojanegara yang cakupan pemberian MP-ASI-nya baru mencapai 49% dari target nasional 70%. Ada kemungkinan bahwa rendahnya cakupan ini disebabkan oleh fakta bahwa ibu hamil tidak tahu cara memberi MP-ASI yang tepat. Oleh karena itu, untuk mencegah stunting sejak dini, edukasi diperlukan. Tujuan dari PkM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang MP-ASI melalui instruksi melalui ceramah dan diskusi, penggunaan media PowerPoint, video tekstur, resep, dan buku saku, yang diikuti oleh 15 dari 20 ibu hamil (75%) di Posyandu Bojanegara Padamara. Tingkat pengetahuan peserta diukur menggunakan kuesioner benar-salah berisi 20 item mengenai MP-ASI, yang diberikan baik sebelum (pretest) maupun sesudah (posttest) edukasi. Hasil pretest menunjukkan skor pengetahuan berkisar 40–75, dengan seluruh peserta berada pada kategori kurang hingga cukup (0% kategori baik). Setelah diberikan edukasi, skor posttest seluruh peserta meningkat menjadi berkisar 80–100. Kategori pengetahuan baik meningkat dari 0% sebelum edukasi menjadi 100% setelah edukasi. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa edukasi mengenai MP-ASI berhasil meningkatkan pemahaman ibu yang sedang hamil dalam periode singkat. Aktivitas PkM ini berhasil memperluas wawasan ibu hamil mengenai MP-ASI sebagai langkah pencegahan stunting. Luaran kegiatan berupa publikasi jurnal Pengabdian Masyarakat.</p>2026-09-30T07:03:48+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/908Edukasi Literasi Keuangan bagi Poktan UPPKA Kelurahan Pucangsawit2026-09-30T17:23:56+07:00Ismi Nur Hidayahisminurh@unisa-surakarta.ac.idCivi Erikawaticivierika02@gmail.comFadila Ridho Mardiyahfadilamardiyah01@gmail.comNesia Amaradanti Putrinesiaamaraputriee@gmail.comAprilia Putri Marheniapriliamarheni9@gmail.comAsy-Syifa Nur Muslihahsyifanurmuslihah@gmail.com<p>Literasi keuangan merupakan salah satu kemampuan fundamental untuk pengambilan Keputusan terkait ekonomi individu dan keluarga. Di lingkungan masyarakat masih dijumpai permasalahan yang umum terjadi adalah rendahnya pemahaman tentang literasi keuangan serta terbatasnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan. memiliki peran penting dalam meningkatkan ekonomi keluarga khususnya dalam mengelola pendapatan dan pengeluaran dari keluarga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan bagi anggota kelompok kegiatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Aksptor (UPPKA) di Keluruhan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Pelaksanan kegiatan melibatkan 20 peserta yang terdiri dari ibu-ibu dari UPPKA Kelurahan Pucangsawit. Metode pelaksanaan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta evaluasi melalui <em>pre-test</em> dan <em>post-test </em>oleh peserta. Berdasarkan hasil <em>pre-test</em>, ditemukan sejumlah indikator literasi keuangan yang masih belum dipahami oleh peserta. Hasil <em>post-test</em> menunjukkan adanya peningkatan pemahaman literasi keuangan setelah pelaksanaan sosialisasi materi khususnya pada aspek budget/anggaran dan aspek utang produktif. Hasil menunjukkan bahwa anggota Poktan UPPKA Kelurahan Pucangsawit mengalami peningkatan pemahaman keuangan yang diukur dari hasil <em>post-test</em>. Temuan ini menegaskan bahwa melalui kegiatan ini mampu memperkuat strategi pengelolaan keuangan bagi anggota UPPKA Kelurahan Pucangsawit dalam kehidupan sehari-hari. Hasil dari pengabdian kepada masayarakat ini memberikan kontribusi dalam pemberdayaan serta peningkatan pemahaman masayarakat khususnya ibu-ibu Poktan UPPKA Kelurahan Pucangsawit.</p>2026-09-30T07:04:29+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/746Penerapan Teknologi Tepat Guna melalui Pelatihan Pembuatan Jamu Tradisional bagi Masyarakat Usia Produktif2026-09-30T17:23:56+07:00M. Sobron Yamin Lubissobron_lbs@yahoo.comMuhammad Calvine Ferdinandmuhammad.515220019@stu.untar.ac.idBryan Willynatabryan.515220055@stu.untar.ac.idSalma Khaula Bazlasalma.515240024@stu.untar.ac.id<p>Pemanfaatan jamu tradisional sebagai produk kesehatan berbasis kearifan lokal memiliki potensi ekonomi yang besar, namun pengembangannya di tingkat masyarakat masih menghadapi kendala dalam efisiensi proses produksi, sanitasi, dan standardisasi mutu. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat usia produktif melalui penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG), khususnya mesin serut, dalam proses penyiapan bahan baku jamu tradisional. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Desember 2025 di Posyandu RW 06, Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, dengan melibatkan 40 peserta yang terdiri atas warga, kader posyandu, dan pelaku UMKM. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif melalui penyuluhan, demonstrasi, serta praktik langsung pengoperasian mesin serut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi proses penyiapan bahan baku berdasarkan perbandingan waktu produksi sebelum dan sesudah penerapan mesin serut. Hasil tersebut diperkuat oleh evaluasi peserta menggunakan kuesioner skala Likert yang menunjukkan respons positif terhadap kecepatan proses, kemudahan penggunaan, pengurangan beban kerja fisik, keselamatan, dan produktivitas. Kegiatan juga meningkatkan pemahaman peserta mengenai kebersihan dan pengolahan jamu. Penerapan TTG yang sederhana dan sesuai kebutuhan masyarakat berpotensi mendukung peningkatan kapasitas dan keberlanjutan produksi jamu berbasis masyarakat.</p>2026-09-30T07:29:26+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/907Pemberdayaan Karang Taruna melalui Edukasi Produksi Sabun Berbahan Air Laut dan Daun Mangrove di Pulau Tidung2026-09-30T17:23:56+07:00Ranti An Nisaaranti.anisa@uhamka.ac.idAndri Hutariandrihutari@uhamka.ac.idDewi Pudji Rahayudewirahayu@uhamka.ac.id<p>Pulau kecil hampir selalu menggantungkan pemasukan ekonomi masyarakatnya dari wisata bahari. Namun capaian dari wisata ini bersifat fluaktuatif karena berbagai faktor. Dengan demikian dibutuhkan keterampilan alternatif lain yang bisa digunakan untuk menghasilkan suatu produk sebagai sumber pemasukan. Produk sabun padat berbahan air laut dan daun mangrove bisa menjadi salah satu produk alternatif yang bisa menarik wisatawan karena bahannya sudah tersedia melimpah di alam. Kegiatan edukasi produksi sabun organik ini dilakukan pada 13 anggota kelompok karang taruna pulau Tidung, DKI Jakarta. Dengan metode pendampingan dan pelatihan, peserta diedukasi terkait potensi kandungan air laut dan daun mangrove, cara pembuatan sabun organik berbahan air laut dan daun mangrove, serta potensi ekonominya. Pemahaman potensi kandungan daun mangrove mengalami peningkatan dari 7.7% menjadi 15.4%, sedangkan pemahaman potensi kandungan air laut tetap stabil pada 23.1%. Pemahaman peserta pernah membuat sabun padat dari 7.7% menjadi 92.3%, mengetahui cara membuat sabun padat dari 15.4% meningkat 92.3%, dan pemahaman bahwa membuat sabun padat itu mudah dari 23.1% menjadi 61.5%. Pada pemahaman potensi ekonominya, peserta mengaku berencana menjadikan sabun organik ini sebagai salah satu peluang untuk menambah penghasilan (69.2%). Berbekal pengetahuan yang telah dimiliki, pemahaman produksi sabun, serta peluang ekonominya, diharapkan keterampilan ini menjadi alternatif yang berkelanjutan karena menggunakan bahan alami yang tersedia di alam. Dengan demikian akan terjadi keselarasan dalam pelestarian alam dan kebutuhan ekonomi masyarakat pulau Tidung.</p>2026-09-30T07:30:04+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/963Penguatan Literasi Numerasi Santri melalui Pendampingan Pembelajaran Matematika Berbasis Kontekstual di Pondok Pesantren At-Tibyan2026-09-30T17:23:57+07:00Syarifuddin Syarifuddinsyarifuddin05@unm.ac.idAndika Marsukiandikamarsuki31@gmail.comSafaruddin Safaruddinsafaruddin@unm.ac.idSidrah Afriani Rachmansidrah.afriani@unm.ac.idAwaluddin Baharawaluddin.bahar@unm.ac.id<p>Literasi numerasi merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan pada peserta didik karena berkaitan dengan kemampuan memahami konsep matematika, melakukan penalaran, dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pembelajaran matematika di lingkungan pesantren masih menghadapi tantangan, terutama karena keterbatasan alokasi waktu pembelajaran matematika akibat dominasi pembelajaran keagamaan serta rendahnya kemampuan santri dalam menghubungkan konsep matematika dengan permasalahan nyata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi numerasi santri melalui pendampingan pembelajaran matematika berbasis kontekstual pada materi Teorema Pythagoras di Pondok Pesantren At-Tibyan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendampingan pembelajaran berbasis kontekstual yang dilakukan melalui empat tahapan, yaitu identifikasi dan persiapan, perancangan pembelajaran, pelaksanaan pendampingan, serta evaluasi dan refleksi. Peserta kegiatan berjumlah 23 santri. Evaluasi keberhasilan program dilakukan melalui pre-test dan post-test kemampuan literasi numerasi serta analisis peningkatan menggunakan <em>normalized gain</em> (N-gain). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi numerasi santri setelah mengikuti pendampingan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 56,52 meningkat menjadi 82,39 pada post-test, dengan peningkatan rata-rata sebesar 25,87 poin. Hasil analisis N-gain memperoleh nilai sebesar 0,59 dengan kategori sedang. Berdasarkan distribusi peningkatan, sebanyak 19 santri (82,61%) berada pada kategori sedang dan 4 santri (17,39%) berada pada kategori tinggi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika berbasis kontekstual dapat menjadi strategi alternatif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan penerapan matematika santri melalui pengalaman belajar yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.</p>2026-09-30T17:23:10+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.iel-education.org/index.php/JIPPMas/article/view/924Pelatihan Teknologi Komputer dan Multimedia Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SMA2026-10-05T17:29:00+07:00Marvin Chandra Wijayamarvinchw@gmail.comHendry Wongmarvin.cw@eng.maranatha.eduPin Panji Yapinusmarvin.cw@eng.maranatha.eduJezza Winandra NyamanNyaman14@gmail.comKyle EdmundEdmund234@gmail.comHapnes TobaToba345@gmail.comOscar KarnalimKarnalim123@gmail.comSemuil TjiharjadiTjiharjadi123@gmail.comJonathan ChandraChandra345@gmail.comAndrew Sebastian LehmanLehman345@gmail.com<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMA Harapan Kasih Bandung terhadap teknologi multimedia sekaligus memperkuat pemahaman konsep dan penerapan teknologi multimedia. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan yang terdiri atas penyampaian materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Evaluasi keberhasilan pelatihan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri atas 10 pertanyaan pilihan ganda. Pertanyaan evaluasi mencakup konsep dasar multimedia, jenis media digital, perangkat keras dan perangkat lunak multimedia, serta penerapan teknologi multimedia dalam kehidupan sehari-hari. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata meningkat dari 58,4 pada pre-test menjadi 84,7 pada post-test. Selain itu, persentase peserta yang mencapai tingkat kompetensi minimum meningkat dari 32% menjadi 91%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan tersebut mampu meningkatkan pemahaman siswa secara efektif. Peningkatan hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang menggabungkan penyampaian materi dan interaksi langsung dapat membantu siswa memahami konsep teknologi multimedia dengan lebih baik. Kegiatan ini dapat menjadi model pelatihan teknologi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kompetensi digital siswa di lingkungan sekolah.</p>2026-10-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat