Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR <p style="text-align: justify;">Journal of Instructional and Development Researches (JIDeR) is a scientific journal published by Indonesia Emerging Literacy Education. This journal publishes related research papers and covers a wide range of topics in the field of knowledge: learning research, educational development research. JIDeR is published 3 (Three) times a year, namely April, August, and December. Articles can be written in Indonesian or English. Articles are original research results with a maximum plagiarism of 20%. Articles submitted to JIDeR will be reviewed by at least 2 (two) reviewers. Articles submitted must meet the assessment criteria and comply with the instructions and templates provided by JIDeR. Authors must upload Intellectual Rights/Copyright Statements when submitting manuscripts. Papers must be submitted through the Open Journal System (OJS) in .doc or .docx format.</p> Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education en-US Journal of Instructional and Development Researches 2807-548X Perilaku Sosial Emosional Anak dengan Screen Time Tinggi di Raudhatul Athfal (RA) https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/783 <p>Penelitian ini bertujuan memperhatikan dampak dari penggunaan layar yang terlalu lama terhadap sikap sosial dan perasaan anak-anak usia dini (4-6 tahun) di RA Al-Qalbu Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakan dua metode triangulasi, yaitu triangulasi sumber yang melibatkan wawancara mendalam dengan empat pendidik yaitu Hartini, Mayra, Karlina, serta wali murid, dan triangulasi teknik melalui observasi non-partisipan serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles, Huberman, dan Saldaña. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang memakai gadget terlalu lama lebih sering sendirian, kurang suka bermain bersama teman, tidak aktif dalam kegiatan kelompok, kurang peka terhadap perasaan orang lain, lambat merespon ajakan, serta mudah tersinggung saat penggunaan gadget dibatasi. Temuan dari observasi dan wawancara menunjukkan bahwa hal-hal tersebut konsisten terjadi, mengarah pada penurunan interaksi sosial langsung dan kesulitan dalam mengatur emosi karena terlalu sering menggunakan layar. Penelitian ini menemukan bahwa waktu layar yang terlalu lama menghalangi perkembangan sosial dan emosional anak karena interaksi langsung diganti dengan stimulasi digital yang tidak aktif. Temuan ini memperkuat teori Zona Pengembangan Proksimal. (VYGOTSKY, 1980) dan teori&nbsp; (Lamont &amp; Molnár, 2002) mengusulkan konsep "Digital Scaffolding yang Terbatas" sebagai perubahan pada teori tersebut di masa era digital. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya pembatasan waktu penggunaan layar secara teratur serta meningkatkan interaksi sosial yang bermakna berlandaskan nilai-nilai keislaman di lembaga pendidikan Raudhatul Athfal.</p> Andraina Rizki Aulia Nur Kholik Afandi Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 370 378 10.53621/jider.v6i3.783 Integrasi Nilai ke-Aisyiyahan dalam Kurikulum Merdeka pada TK‘Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Samarinda https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/793 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pengintegrasian nilai-nilai ke-Aisyiyahan, yang mencakup nilai-nilai Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Ke-Aisyiyahan (AIK), diimplementasikan dalam kurikulum Merdeka di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Samarinda. Mengintegrasikan nilai-nilai ke-Aisyiyahan dianggap penting untuk menjaga identitas lembaga sekaligus memanfaatkan kebebasan yang ada dalam Kurikulum Merdeka untuk membentuk karakter religius dan moral anak-anak usia dini secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta menganalisis berbagai dokumen seperti KOSP, perangkat pembelajaran, dan catatan kegiatan. Analisis data dilakukan secara interaktif mengikuti model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai ke-Aisyiyahan berlangsung secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks melalui beberapa kegiatan seperti penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), pembelajaran tematik dan berbasis proyek (termasuk P5), kebiasaan rutin seperti berdoa, menghafal Asmaul Husna, menyanyikan lagu islami, bermain permainan edukatif, serta contoh kebaikan dari para guru. Nilai AIK terpadu dalam setiap aktivitas bermain dan kehidupan sehari-hari anak, sehingga memperkuat Profil Pelajar Pancasila dengan pemahaman agama Islam yang dalam. Meskipun begitu, masih ada beberapa kendala seperti perbedaan tingkat kompetensi guru, kurangnya pelatihan, dan terbatasnya alat evaluasi yang terstruktur. Penelitian ini menunjukkan bahwa fleksibilitas Kurikulum Merdeka memberikan kesempatan penting bagi lembaga pendidikan berbasis agama untuk meningkatkan pembelajaran dengan mempertahankan ciri khasnya. Temuan ini memiliki dampak nyata sebagai acuan bagi TK Aisyiyah lainnya serta memberikan sumbangan dalam teori untuk mengembangkan integrasi nilai agama dalam pendidikan anak usia dini.</p> Linda Anggraini Lina Revilla Malik Kartika Fajriani Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 379 386 10.53621/jider.v6i3.793 Optimalisasi Media Pembelajaran Sederhana pada Pendidikan Anak Usia Dini yang Tepat dan Sesuai dengan Studi Literatur https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/794 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi media pembelajaran sederhana pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui pendekatan studi literatur. Masalah utama yang diangkat adalah rendahnya pemanfaatan media pembelajaran sederhana di PAUD pedesaan akibat keterbatasan ekonomi, infrastruktur, dan kompetensi guru, sehingga berpotensi menghambat perkembangan holistik anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan kerangka PRISMA 2020. Data diperoleh dari lebih dari 30 sumber pustaka primer dan sekunder, meliputi jurnal ilmiah terbitan 2021–2025, buku teori klasik, dan dokumen resmi yang relevan melalui database Google Scholar, Garuda, Sinta, dan repository universitas. Hasil sintesis menunjukkan bahwa media berbasis bahan alam dan daur ulang (daun kering, kayu ranting, botol plastik, kardus bekas, serta visual motif lokal) merupakan pilihan paling efektif dan berkelanjutan. Media tersebut memberikan manfaat signifikan terhadap perkembangan kognitif, motorik, sosial-emosional, bahasa, dan kreativitas anak dengan tingkat efektivitas 80–94%. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan utama berupa kurangnya pelatihan guru dan integrasi kearifan lokal, serta merumuskan Model Optimalisasi Media Sederhana Berbasis Kearifan Lokal (OMSBKL) sebagai strategi kontekstual. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan rekomendasi praktis bagi guru, orang tua, dan pemangku kebijakan di Desa Jemparing untuk meningkatkan kualitas PAUD di wilayah terpencil. Temuan ini memperkaya perspektif pendidikan berbasis lokal di Indonesia.</p> Irmiani Irmiani Nur Kholik Afandi Andraina Rizki Aulia Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 387 393 10.53621/jider.v6i3.794 Inovasi Pembelajaran Statistika Sosial melalui Simulasi Mini Riset: Studi Deskriptif Praktik Pembelajaran https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/798 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Simulasi Mini Riset dalam pembelajaran Statistika Sosial serta mengkaji pengalaman belajar mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada 35 mahasiswa Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembelajaran dirancang dalam bentuk kegiatan berbasis proyek sederhana yang melibatkan mahasiswa secara langsung dalam pengumpulan data di kelas, pengolahan menggunakan statistika deskriptif, analisis, serta interpretasi data. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi hasil kerja mahasiswa, dan refleksi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Simulasi Mini Riset membuat mahasiswa lebih aktif selama pembelajaran dan lebih mudah memahami konsep statistika sosial melalui pengalaman langsung. Mahasiswa juga lebih terampil dalam mengolah, menyajikan, dan menjelaskan data sosial. Meskipun pelaksanaan kegiatan masih menghadapi kendala waktu dan partisipasi kelompok yang belum merata, pembelajaran ini membantu mahasiswa memahami penerapan statistika dalam konteks sosial secara lebih nyata. Dengan demikian, Simulasi Mini Riset dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran Statistika Sosial yang berpusat pada mahasiswa.</p> Shara Rafiqa Nurulcholillah Sukri Shofia Nurun Alanur Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 394 403 10.53621/jider.v6i3.798 Membaca Realitas Digitalisasi Pendidikan di Kepulauan Tanakeke: Perspektif Peserta Didik terhadap Harapan dan Tantangan Era Digital https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/799 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi peserta didik di Kepulauan Tanakeke terhadap implementasi program digitalisasi pendidikan di Kabupaten Takalar, mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi, serta menggambarkan harapan mereka terhadap pengembangan pendidikan digital di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan langkah-langkah mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menafsirkan tema-tema yang muncul dari data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki persepsi yang umumnya positif terhadap pembelajaran digital, khususnya dalam hal akses informasi, fleksibilitas waktu, dan keberagaman media pembelajaran. Namun demikian, mereka menghadapi tantangan serius seperti keterbatasan perangkat digital, akses internet yang tidak stabil, serta rendahnya literasi digital. Peserta didik berharap adanya dukungan infrastruktur yang lebih baik, pelatihan yang berkelanjutan, dan peran aktif guru dalam membimbing penggunaan teknologi pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi digitalisasi pendidikan di wilayah kepulauan sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan teknologi, dukungan kebijakan, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan secara kontekstual.&nbsp; Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa tanpa intervensi berbasis kebutuhan lokal, mulai dari infrastruktur hingga pendampingan, kesenjangan pendidikan digital di wilayah kepulauan berpotensi melebar dan menghambat pemerataan mutu pendidikan.</p> Nurqadriani Nurqadriani Muh. Nur Fithri Dahlan Abubakar Abubakar Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 404 413 10.53621/jider.v6i3.799 Analisis Persepsi Siswa terhadap Pemanfaatan Sublime Text dalam Pembelajaran Pemrograman Website SMK https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/800 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terhadap pemanfaatan Sublime Text dalam pembelajaran pemrograman web di kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 6 Konawe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Responden penelitian adalah seluruh siswa kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 6 Konawe yang berjumlah 15 orang, terdiri atas 8 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan, dengan teknik total sampling. Penggunaan total sampling dilakukan karena jumlah populasi relatif kecil dan seluruh siswa telah menggunakan Sublime Text dalam pembelajaran pemrograman web. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup skala Likert lima poin yang mencakup indikator kemudahan penggunaan, kenyamanan, efektivitas pembelajaran, dan kendala penggunaan Sublime Text. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan persepsi siswa, sedangkan uji normalitas Shapiro-Wilk digunakan sebagai analisis pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap penggunaan Sublime Text berada pada kategori positif dengan rata-rata keseluruhan sebesar 3,86. Item dengan rata-rata tertinggi terdapat pada R7 (4,60) dan R10 (4,33), sedangkan item dengan rata-rata terendah terdapat pada R4 (3,13). Hasil uji Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,061. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Sublime Text dipersepsikan sebagai code editor yang ringan, sederhana, dan membantu praktek pemrograman web, khususnya pada pembelajaran dasar. Namun, beberapa siswa masih mengalami kendala terkait keterbatasan fitur visual dan tidak tersedianya live preview secara langsung sehingga diperlukan dukungan plugin atau media tambahan untuk meningkatkan pengalaman belajar. Dengan jumlah responden yang terbatas, hasil penelitian ini difokuskan untuk menggambarkan kondisi pada kelas yang diteliti dan tidak dimaksudkan untuk generalisasi pada populasi yang lebih luas.</p> Senia Senia Hendra Nelva Saputra Zila Razilu Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 414 424 10.53621/jider.v6i3.800 Peningkatan Pembelajaran Fikih Berbasis Deep Learning https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/805 <p>Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Fikih berbasis deep learning terhadap peningkatan pemahaman siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat pemahaman siswa pada materi Hidup Indah dengan Berbagi dan Berinfak di MTs Darul Ihsan Anggana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperemental one group pretest-posttest design. Pada desain ini subjek dilakukan dua kali pengukuran yaitu sebelum dan sesudah pembelajaran deep learning diterapkan. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji <em>t</em> dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest siswa sebesar 49,64 dengan tingkat ketuntasan 8 %. Sementara itu, rata-rata nilai posttest siswa meningkat menjadi 76,61 dengan tingkat ketuntasan sebesar 61%. Hasil uji <em>t</em> menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 &lt; 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>. Dengan demikian, pembelajaran Fikih berbasis <em>deep learning</em> melalui model one group pretest-posttest berpengaruh secara efektivitas dalam meningkatkan pemahaman siswa.</p> Mukmin Mukmin Nuni Norlianti Habib Zainuri Syaiful Anwar Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 425 433 10.53621/jider.v6i3.805 Penguatan Nilai Karakter Religius Melalui Pembiasaan Shalat Dhuha, Tahfidz Jum’at Pagi, dan Muhadhoroh https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/802 <p>Penguatan nilai karakter religius menjadi kebutuhan penting di lingkungan madrasah untuk membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan mampu menghadapi berbagai tantangan moral di era digital. MTs Al Hurro Tenggarong mengimplementasikan program pembiasaan keagamaan yang meliputi Shalat Dhuha, Tahfidz Jum’at Pagi, dan Muhadhoroh berbasis giliran OSIM sebagai upaya penguatan karakter religius peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas ketiga program tersebut dalam menguatkan karakter religius peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan seluruh peserta didik kelas VII hingga IX yang berjumlah 77 orang serta satu pembina program sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Shalat Dhuha efektif menanamkan kedisiplinan dan ketenangan spiritual, Tahfidz Jum’at Pagi meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an melalui target hafalan yang terukur, sedangkan Muhadhoroh berbasis giliran OSIM efektif melatih keberanian, tanggung jawab, dan keterampilan berbicara di depan umum. Ketiga program tersebut menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi serta memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter religius peserta didik. Hasil penelitian merekomendasikan penguatan dan keberlanjutan program pembiasaan keagamaan secara terintegrasi sebagai strategi dalam membentuk karakter religius peserta didik di lingkungan madrasah.</p> Indah Suryaningsih Hanafi Hanafi M. Fayyad Hibrizi Ibnu Misran Misran Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 434 441 10.53621/jider.v6i3.802 Penerapan Inquiry Learning Terhadap Perkembangan Kemampuan Problem Solving pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/807 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan <em>inquiry learning</em> dalam mengembangkan kemampuan <em>problem solving</em> pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Unggulan Darul Ulum Muncar, Banyuwangi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian dipilih menggunakan purposive sampling yang melibatkan guru PAI dan siswa sebagai informan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan <em>inquiry learning</em> dilakukan melalui tahapan fenomena, kontekstual, identifikasi masalah, pencarian informasi, diskusi kelompok, presentasi hasil, dan evaluasi pembelajaran. Penerapan metode tersebut berperan terhadap peningkatan kemampuan <em>problem solving</em> siswa yang ditunjukkan melalui kemampuan mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, mengemukakan pendapat, dan menentukan solusi terhadap permasalahan pembelajaran. Selain itu, terjadi perubahan perilaku dengan meningkatnya partisipasi aktif, kemampuan bekerja sama, sikap terbuka terhadap pendapat orang lain, dan kesadaran menerapkan nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, <em>inquiry learning</em> mampu mendukung pembelajaran PAI yang lebih aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa.</p> Widhat Haula Qothrunnada Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 442 452 10.53621/jider.v6i3.807 Upaya Meningkatkan Karakter Religius dan Disiplin Peserta Didik Melalui Kompetensi Kepribadian Guru Pendidikan Agama Katolik https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/809 <p>Karakter religius dan disiplin peserta didik yang belum optimal menjadi masalah serius dalam ranah pendidikan. Berangkat dari masalah tersebut, maka adanya peran kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Katolik (PAK). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui upaya meningkatkan karakter religius dan disiplin peserta didik melalui kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Katolik di SMK Negeri 1 Lamalera. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengatakan bahwa karakter religius dan disiplin peserta didik dapat ditingkatkan melalui kompetensi kepribadian guru PAK. Oleh karena itu, guru PAK harus memahami dan menjalankan kompetensi kepribadiannya dan peserta didik hendaknya meningkatkan karakter religius dan disiplin melalui kompetensi kepribadian guru PAK. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan positif bagi dunia pendidikan terutama dalam meningkatkan karakter religius dan disiplin peserta didik melalui kompetensi kepribadian guru PAK.</p> Yakobus Belo Tobi Yosep Belen Keban Benedikta Yosefina Kebingin Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 453 469 10.53621/jider.v6i3.809 Tantangan dan Peluang Implementasi Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PAI https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/810 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Tenggarong. Moderasi beragama menjadi salah satu pendekatan penting dalam pendidikan untuk membangun sikap toleransi, menghargai keberagaman, dan mencegah berkembangnya paham keagamaan yang ekstrim di kalangan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru Pendidikan Agama Islam dan siswa, observasi partisipatif, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi moderasi beragama di SMAN 1 Tenggarong telah dilaksanakan melalui berbagai strategi pembelajaran, seperti diskusi kelompok, studi kasus, pembelajaran berbasis proyek, serta pembiasaan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Siswa memberikan respons yang positif terhadap pembelajaran moderasi beragama dan menunjukkan kemampuan untuk berinteraksi secara harmonis dengan teman yang memiliki latar belakang agama dan budaya yang berbeda. Meskipun demikian, implementasi moderasi beragama masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain pengaruh informasi keagamaan dari media sosial, keterbatasan alokasi waktu pembelajaran PAI, dan perbedaan tingkat pemahaman siswa mengenai nilai toleransi dan keberagaman. Di sisi lain, lingkungan sekolah yang kondusif, dukungan keluarga, serta keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler menjadi peluang yang mendukung penguatan moderasi beragama. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi moderasi beragama memerlukan sinergi antara pembelajaran di kelas, lingkungan sekolah, keluarga, dan aktivitas peserta didik di luar kelas.</p> Asaranum Sila Safitri M. Habil Al-Faqih Latifah Nur Aprilyani Humaida Humaida Muhammad Lukman Adha Mubarak Mubarak Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 470 479 10.53621/jider.v6i3.810 Kompetensi Leadership Guru Pendidikan Agama Katolik dalam Pembentukan Kepribadian Peserta Didik yang Berbudaya Kekatolikan https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/813 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya perilaku menyimpang di kalangan pelajar serta belum optimalnya kompetensi kepemimpinan guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) dalam membentuk kepribadian peserta didik yang berbudaya Kekatolikan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi model-model kepemimpinan guru PAK dan menganalisis perannya dalam pembentukan kepribadian peserta didik di SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka. Metode yang digunakan adalah kualitatif lapangan dengan teknik wawancara mendalam terhadap lima guru PAK, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan tiga model kepemimpinan: otoriter, <em>laissez-faire, </em>dan demokratis. Model demokratis paling dominan dan efektif, diwujudkan melalui keteladanan, pendekatan partisipatif, serta sapaan “Ayah/Bunda” yang mencerminkan relasi persaudaraan kristiani. Selain itu, guru PAK menjalankan tujuh peran utama, yaitu sebagai pendidik, pembimbing, pengajar, pelatih, sahabat, fasilitator, dan pemberita Injil. Kegiatan pembentukan budaya Kekatolikan meliputi doa harian, pembacaan Kitab Suci, rekoleksi, lomba Kitab Suci, serta pembiasaan senyum, sapa, salam. Kesimpulannya, kompetensi kepemimpinan guru PAK perlu terus diperkuat pada model demokrasi, sedangkan praktik otoriter dan <em>laissez-faire</em> perlu diminimalkan. Penelitian ini direkomendasikan bagi lembaga pendidikan calon guru dan peneliti selanjutnya<strong>.</strong></p> Karolina Letek Hajon Krisantus Minggu Kwen Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 480 489 10.53621/jider.v6i3.813 Meningkatkan Pemahaman Iman Katolik Siswa Kelas XI F2 Melalui Pendekatan Contextual Teaching And Learning dalam Pembelajaran Agama Katolik https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/817 <p>Tujuan penelitian ini adalah: mendeskripsikan tingkat pemahaman iman Katolik siswa sebelum penerapan CTL. Mendeskripsikan proses penerapan CTL dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Menganalisis peningkatan pemahaman iman Katolik siswa setelah penerapan CTL. Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi CTL. Siklus penelitian ini akan dilaksanakan secara berulang sampai indikator keberhasilan penelitian tercapai. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, data primer mencakup: pemahaman iman Katolik siswa kelas XI F2. Penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) oleh guru Pendidikan Agama Katolik. Dengan analisis ini, penelitian tindakan kelas dapat menilai penerapan CTL, sekaligus mengevaluasi peningkatan pemahaman iman Katolik siswa secara nyata, sehingga tindakan berikutnya dapat diperbaiki dan dioptimalkan. Penelitian ini diharapkan memperkaya kajian pedagogi Pendidikan Agama Katolik, khususnya dalam pengembangan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman iman secara reflektif dan integratif. Bagi sekolah, sebagai bahan evaluasi dalam penguatan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Bagi guru, sebagai referensi dalam menerapkan strategi pembelajaran kontekstual yang lebih reflektif dan bermakna. Bagi siswa, membantu siswa mengembangkan pemahaman iman yang lebih mendalam dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.</p> Theresia Jawa Goran Hermania Bhoki Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 490 499 10.53621/jider.v6i3.817 Integrating Islamic Values into Environmental Education: A Sustainable Eco-Pesantren Strategy https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/596 <p>This study examines how Islamic values can be integrated into environmental education to strengthen pesantren as sustainable Islamic educational institutions. Using a narrative literature review, the article synthesizes scholarly works on Islamic education, environmental ethics, eco-pesantren, and sustainable development. The review was conducted through transparent procedures covering database searches, keyword selection, inclusion and exclusion criteria, thematic coding, and content analysis. The findings reveal four interrelated themes: Islamic ecological ethics as a theological foundation, pesantren as an institutional ecosystem for value internalization, curriculum and hidden-curriculum strategies for ecological learning, and community-policy collaboration for developing eco-pesantren. The discussion shows that pesantren-based environmental education aligns with modern environmental education theory while adding a distinctive spiritual dimension rooted in khalifah fi al-ard, amanah, the prohibition of israf, tazkiyah al-nafs, wasathiyah, and rahmatan lil alamin. The article contributes a faith-based eco-pesantren strategy that connects Islamic values, pedagogical practices, institutional culture, and sustainable development goals. This strategy positions pesantren not only as religious learning centers but also as transformative institutions for ecological awareness and environmental responsibility.</p> Habib Zainuri Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 500 507 10.53621/jider.v6i3.596 Efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Immersive Technology: Systematic literature review https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/819 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran jarak jauh berbasis <em>immersive technology</em> berupa <em>Virtual Reality</em> (VR) dan <em>Augmented Reality</em> (AR) melalui pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) pada periode 2021-2026. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan pembelajaran digital yang lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada pengalaman belajar mahasiswa dalam pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan <em>framework</em> PRISMA 2020 dengan proses identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel dari berbagai database internasional seperti <em>Scopus, Web of Science, ERIC, SpringerLink, ScienceDirect,</em> dan <em>Google Scholar</em>. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 38 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif serta tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi <em>immersive</em> memiliki dampak positif terhadap <em>learning outcomes</em>, <em>student engagement</em>, motivasi belajar, kolaborasi, kepuasan, dan pengalaman belajar mahasiswa. <em>Virtual Reality</em> terbukti efektif dalam pembelajaran berbasis simulasi, praktik, dan visualisasi kompleks, sedangkan <em>Augmented Reality</em> lebih efektif dalam mendukung <em>visual learning</em>, <em>mobile learning</em>, dan pembelajaran kolaboratif. Selain itu, konsep <em>presence</em> dan pengalaman belajar <em>imersif</em> menjadi faktor penting yang memengaruhi efektivitas pembelajaran. Meskipun demikian, implementasi <em>immersive</em> <em>technology</em> masih menghadapi tantangan seperti tingginya biaya perangkat, keterbatasan infrastruktur digital, kesiapan pedagogis pendidik, dan potensi <em>cybersickness</em>. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan desain instruksional, peningkatan kompetensi digital pendidik, dan dukungan infrastruktur teknologi untuk mengoptimalkan implementasi <em>immersive learning</em> dalam pembelajaran jarak jauh di pendidikan tinggi.</p> Safaruddin Safaruddin Juhaeni Juhaeni Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 508 520 10.53621/jider.v6i3.819 Kompetensi Teknologi Digital Guru Pendidikan Agama Katolik Dalam Meningkatkan Minat Belajar Murid https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/821 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi teknologi digital guru Pendidikan Agama Katolik dalam meningkatkan minat belajar peserta didik di SMKN Witihama. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik, sehingga pembelajaran cenderung monoton dan kurang menarik perhatian peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yang terdiri dari kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Katolik, dan peserta didik kelas X TKJ A. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi teknologi digital guru Pendidikan Agama Katolik berperan penting dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Guru mampu mengoperasikan perangkat digital, memanfaatkan media pembelajaran digital, mengelola kelas digital, membimbing literasi informasi dan digital, serta menciptakan pembelajaran berbasis digital yang kreatif dan interaktif. Penggunaan teknologi digital membuat peserta didik lebih fokus, aktif, antusias, dan tertarik mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Dengan demikian, kompetensi teknologi digital guru memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan minat belajar peserta didik di SMKN Witihama.</p> Ricardo Wakei Yosep Belen Keban Alfonus Mudi Aran Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 521 535 10.53621/jider.v6i3.821 Pengembangan Media Pembelajaran Kompas (Kotak Matematika Pintar Asyik) pada Materi Perkalian untuk Siswa Kelas III SD https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/833 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran KOMPAS (Kotak Matematika Pintar Asyik) pada materi perkalian untuk siswa kelas III SDN Petungroto serta mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&amp;D) dengan model ADDIE yang terdiri atas tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 18 siswa kelas III SDN Petungroto, dengan uji coba terbatas melibatkan 6 siswa dan uji coba luas melibatkan 12 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, angket, tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian terdiri atas pedoman wawancara, angket kebutuhan siswa, lembar validasi ahli materi dan ahli media, angket respon guru dan siswa, serta soal pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media KOMPAS memperoleh persentase kevalidan sebesar 86% dari ahli materi dan 86% dari ahli media dengan kategori sangat valid. Kepraktisan media memperoleh persentase sebesar 80% dari respon guru, 85% dari respon siswa uji terbatas, dan 89% dari respon siswa uji luas. Secara keseluruhan rata-rata kepraktisan sebesar 84,6% dengan kategori sangat praktis. Peningkatan hasil belajar siswa ditunjukkan oleh hasil N-Gain sebesar 0,71 pada uji coba terbatas dan 0,66 pada uji coba luas, serta keefektifan ditunjukkan oleh persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 83% dengan kategori sangat efektif. Dengan demikian, media pembelajaran KOMPAS layak digunakan untuk membantu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perkalian kelas III sekolah dasar.</p> Rona Riamizad Wahyudi Wahyudi Aprilia Dwi Handayani Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 536 549 10.53621/jider.v6i3.833 Strategi dan Ketegasan Guru dalam Penegakan Disiplin Siswa di Tengah Fenomena Kriminalisasi Profesi https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/832 <p>Fenomena kriminalisasi profesi pendidik saat ini mempengaruhi ruang gerak guru dalam menegakkan kedisiplinan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan perilaku siswa, strategi guru dalam penegakan disiplin siswa, serta harapan guru terhadap sistem pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada tiga informan yang terdiri dari guru kesiswaan, anggota STP2K sekaligus guru PJOK, dan guru Sosiologi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa saat ini cenderung bersikap lebih acuh, kurang responsif terhadap teguran guru, serta menunjukkan perilaku kurang disiplin dalam proses pembelajaran. Dalam menghadapi kondisi tersebut, guru menerapkan berbagai strategi seperti pendekatan personal, disiplin positif, kontrak belajar, serta kesepakatan bersama siswa mengenai konsekuensi pelanggaran. Selain itu, guru juga mengalami kekhawatiran terhadap risiko kriminalisasi profesi akibat tindakan disiplin yang diberikan kepada siswa. Oleh karena itu, guru berharap adanya perlindungan hukum, stabilitas kurikulum, pengurangan beban administrasi, serta kerja sama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk mendukung proses pendidikan yang lebih efektif.</p> Khayla Rahma Arundyna Arfanda Maulana Saputra Dwi Novita Sari Muhammad Iqbal Nashrulloh Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 550 560 10.53621/jider.v6i3.832 Pengembangan Media Pembelajaran Digital Match Up Berbasis Game untuk Meningkatkan Literasi Kewarganegaraan Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/824 <p style="font-weight: 400;">Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran digital Match Up berbasis game untuk memperkuat literasi kewarganegaraan siswa kelas I SDN Sukorame 2 pada materi Pancasila. Penelitian menggunakan metode R&amp;D model ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Subjeknya siswa kelas I SDN Sukorame 2, dengan pengumpulan data lewat observasi, wawancara, angket, serta pretest dan posttest. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi ahli, angket respon, dan soal evaluasi. Berdasarkan hasil validasi, media ini dinyatakan sangat layak dengan persentase 85% dari ahli media dan 98% dari ahli materi. Kepraktisannya juga tinggi, yaitu 94% menurut guru dan 93,05% menurut siswa.. Keefektifan media ditunjukkan melalui peningkatan nilai rata-rata pretest sebesar 60,6 menjadi 74,3 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi 0,001 &lt; 0,05 yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan penggunaan media terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, media pembelajaran digital <em>Match Up</em> berbasis game dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas I sekolah dasar.</p> Lestari Kibtiyaningrum Alfi Laila Agus Budianto Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 6 3 561 572 10.53621/jider.v6i3.824