https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/issue/feed Journal of Instructional and Development Researches 2025-12-30T06:18:16+07:00 Dr. Mohammad Salehudin jider@iel-education.org Open Journal Systems <p style="text-align: justify;">Journal of Instructional and Development Researches (JIDeR) is a scientific journal published by Indonesia Emerging Literacy Education. This journal publishes related research papers and covers a wide range of topics in the field of knowledge: learning research, educational development research. JIDeR is published 3 (Three) times a year, namely April, August, and December. Articles can be written in Indonesian or English. Articles are original research results with a maximum plagiarism of 20%. Articles submitted to JIDeR will be reviewed by at least 2 (two) reviewers. Articles submitted must meet the assessment criteria and comply with the instructions and templates provided by JIDeR. Authors must upload Intellectual Rights/Copyright Statements when submitting manuscripts. Papers must be submitted through the Open Journal System (OJS) in .doc or .docx format.</p> https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/644 Technology-Based Learning and Financial Literacy in Strengthening Students’ Credit Risk Assessment Skills 2025-12-30T06:07:30+07:00 IGN Oka Ariwangsa okaariwangsa@undiknas.ac.id Komang Widhya Sedana Putra P widhyasedana@undiknas.ac.id Kadek Wulandari Laksmi P wulandarilaksmi@undiknas.ac.id <p>This study aims to examine how a technology-enhanced learning study model improves students’ credit risk assessment skills and to determine whether financial literacy strengthens this effect. It addresses a gap in the literature, particularly within developing economies, where limited evidence exists on the combined role of digital learning cycles and financial literacy in shaping analytical competence. A quantitative explanatory approach was employed to test the relationships among the study variables and assess the moderating role of financial literacy. Data were gathered through a structured online questionnaire administered to 200 business and finance students in Bali. The instrument consisted of 15 validated indicators measuring technology-enhanced learning study practices, financial literacy, and credit risk assessment ability. Respondents were selected using purposive sampling, focusing on students who had completed core finance-related coursework. The dataset was analysed using Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) to evaluate both direct and moderating effects. Reliability, validity, and model fit were assessed before hypothesis testing. The findings show that technology-enhanced learning study exerts a significant positive influence on students’ credit risk assessment ability. Furthermore, financial literacy was found to moderate this relationship, indicating that students with stronger financial literacy benefit more from iterative digital learning processes. These results support the integration of reflective technology-based learning with financial literacy development to better prepare students for analytical decision-making in financial professions.</p> 2025-12-28T04:41:25+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/659 Teaching Indonesian to Japanese Learners Using Yuki-Onna: Japanese Horror Stories for BIPA 2025-12-30T06:07:31+07:00 Kristophorus Divinanto Adi Yudono kris.divinanto@ukwms.ac.id Christina Atika Yulina christinaatika@ukwms.ac.id <p>This study aims to investigate the use of Japanese horror literature-specifically the Yuki-Onna narrative-as instructional material for teaching Indonesian as a Foreign Language (BIPA) to Japanese learners. The study focuses on exploring how culturally familiar horror stories support linguistic development, narrative competence, and intercultural understanding. A qualitative case study design was employed to examine the learning process and outcomes experienced by Japanese learners engaging with Yuki-Onna–based instructional activities. Data were collected from December 2024 to February 2025 through participant observation, open-ended interviews, and documentation analysis. The study involved two intermediate-level Japanese learners as participants. Instruments included observation field notes, interview guides, learning worksheets, and student-produced narratives. The collected data were analyzed using thematic analysis to identify patterns related to vocabulary acquisition, grammatical development, oral proficiency, creative expression, and intercultural awareness. Findings indicate that the use of Yuki-Onna stories enhanced learners’ vocabulary comprehension, grammatical accuracy, pronunciation, and narrative production. Learners demonstrated increased motivation, engagement, and reflective thinking when interacting with culturally resonant horror materials. The integration of multimodal elements-visual and auditory resources-further strengthened interpretive and creative skills. Additionally, cross-cultural comparisons with Indonesian folklore, such as Kuntilanak, facilitated deeper intercultural competence. The study suggests that literature-based and culturally responsive materials, particularly horror narratives from learners’ own cultures, hold strong pedagogical potential in BIPA instruction. Future research should involve larger and more diverse participant groups, explore additional genres or folklore traditions, and examine long-term impacts on intercultural literacy and language acquisition.</p> 2025-12-28T04:42:12+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/662 Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Stem Materi Energi Terbarukan-PLTS 2025-12-30T06:07:31+07:00 Tyse Ramadhona ramadhonatyse@gmail.com Ketang Wiyono ketang_wiyono@fkip.unsri.ac.id Evelina Astra Patriot astraevelina93@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis STEM pada materi energi terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&amp;D) dengan model ADDIE, berfokus pada tahap analisis melalui penyebaran angket kepada 54 peserta didik kelas XI serta wawancara dengan guru fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh siswa telah mempelajari materi energi terbarukan, namun 37% masih mengalami kesulitan memahami konsep ketika pembelajaran hanya disampaikan secara lisan atau melalui buku teks. Sebanyak 70,4% responden menilai bahwa kurangnya media visual dan interaktif menjadi hambatan utama dalam memahami materi. Selain itu, mayoritas siswa menyatakan bahwa media pembelajaran interaktif dapat meningkatkan ketertarikan dan pemahaman, serta menilai bahwa pengembangannya sangat penting untuk materi energi terbarukan. Fitur media yang paling diharapkan meliputi simulasi interaktif, video pembelajaran, dan latihan soal. Wawancara dengan guru mendukung temuan ini, menunjukkan bahwa media interaktif berbasis STEM masih sangat dibutuhkan dalam pembelajaran energi terbarukan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan perlunya pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis STEM sebagai solusi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran energi terbarukan di sekolah.</p> 2025-12-28T04:42:54+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/694 Epistemologi Islam Sebagai Dasar Etika Pemanfaatan AI Di Era Society 5.0 2025-12-30T06:07:31+07:00 M. Habil Al-Faqih habilafk5@gmail.com Rusdiyanur Rusdiyanur rusdiyanur135@gmail.com Mukmin Mukmin mukmin@unikarta.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka epistemologi Islam sebagai dasar normatif dan moral dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di era Society 5.0. Dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research), penelitian ini menganalisis teori, konsep, serta hasil kajian ilmiah yang berkaitan dengan epistemologi Islam, maqāṣid al-syarīʿah, dan etika teknologi. Data diperoleh melalui penelusuran sistematis terhadap literatur akademik dari pangkalan data seperti Scopus, Springer, dan SINTA, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Islam yang berlandaskan wahyu (al-waḥy), akal (‘aql), dan pengalaman empiris (tajribah) berhasil dirumuskan sebagai kerangka etika normatif bagi pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang berkeadilan, beramanah, dan berorientasi pada kemaslahatan. Model konseptual Epistemologi Tauhidi Terapan dirumuskan sebagai sintesis antara nilai-nilai maqāṣid al-syarīʿah seperti ḥifẓ al-dīn, ḥifẓ al-‘aql, dan ḥifẓ al-māl dengan prinsip etika teknologi modern, guna menjaga keseimbangan antara kemajuan sains dan tanggung jawab spiritual. Secara praktis, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan sistem etika AI yang Islami dapat diterapkan pada bidang pendidikan, kebijakan publik, dan tata kelola teknologi. Integrasi prinsip maqāṣid dalam mendesain algoritmik mendorong transparansi, akuntabilitas, serta pemerataan manfaat teknologi, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara ulama, akademisi, dan teknolog Muslim dalam membangun paradigma etika teknologi berbasis nilai tauhid dan keadilan sosial sebagai dasar menuju pemanfaatan AI yang berkeadaban spiritual.</p> <p>&nbsp;</p> 2025-12-28T04:43:37+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/668 Internalisasi Metode Ilmiah Melalui Kegiatan Kolaborasi Diskusi Kelompok dan Presentasi Makalah 2025-12-30T06:07:31+07:00 Nur Hidayah HB nurhidayahhb78@gmail.com Bahrani Bahrani bahrani@uinsi.ac.id Amri Amri pakamri2017@gmail.com <p>Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mixed methods) yang bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan metode ilmiah melalui diskusi kelompok dan presentasi makalah dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Dasar bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam di STITBA Balikpapan dengan 27 subjek penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Observasi dilakukan selama proses pembelajaran untuk mengamati partisipasi dan keterlibatan mahasiswa. Kuesioner dengan skala Likert 1–5 dibagikan kepada mahasiswa untuk mengukur empat dimensi: partisipasi, pemahaman konseptual, pemecahan masalah, dan keterampilan presentasi. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dengan menghitung mean dan standar deviasi, sedangkan data kualitatif dari observasi dan wawancara dianalisis secara tematik untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode ilmiah melalui diskusi kelompok dan presentasi makalah meningkatkan partisipasi mahasiswa (mean = 4,11), pemahaman konseptual (mean = 3,89), kemampuan pemecahan masalah (mean = 4,04), dan keterampilan presentasi (mean = 4,11). Data observasi menunjukkan bahwa mayoritas kelompok aktif terlibat dalam diskusi dan mampu menyusun makalah mereka sesuai dengan struktur ilmiah. Hasil wawancara mengkonfirmasi tiga tema dominan: peningkatan keterlibatan aktif, keterampilan berpikir kritis, dan kebutuhan untuk memperkuat keterampilan presentasi. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan metode ilmiah dalam tugas pemecahan masalah sederhana efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Ilmu Alamia Dasar, meskipun terdapat beberapa tantangan seperti kebutuhan akan pelatihan tambahan dalam desain slide dan manajemen waktu.</p> 2025-12-28T04:44:15+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/689 Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Artificial Intelligence (AI) 2025-12-30T06:07:31+07:00 Annisa Tunazzah Mahani annisatunazzahm@gmail.com Nina Ariyani ninaariyani64@gmail.com Mukmin Mukmin mukmin@unikarta.ac.id <p>Perkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya melalui pemanfaatan <em>Artificial Intelligence</em> (AI) sebagai bagian dari transformasi pendidikan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar, bentuk implementasi, serta efektivitas pembelajaran PAI berbasis AI sebagai pendekatan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, melalui penelaahan jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan sumber akademik yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AI dalam pembelajaran PAI mampu meningkatkan pemahaman peserta didik melalui pembelajaran adaptif, memperkuat kemampuan berpikir kritis, serta menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif melalui pemanfaatan <em>chatbot edukatif</em>, multimedia cerdas, dan sistem evaluasi otomatis. Selain itu, integrasi AI menjadikan pembelajaran lebih fleksibel dan responsif dibandingkan pendekatan konvensional yang cenderung berpusat pada guru. AI juga memungkinkan personalisasi pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, sehingga nilai-nilai spiritual dan pengetahuan keagamaan dapat dipahami secara lebih mendalam dan kontekstual. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI berbasis AI merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agama di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan kajian empiris melalui implementasi langsung di kelas guna mengukur efektivitas model pembelajaran PAI berbasis AI secara komprehensif dengan menggunakan instrumen evaluasi yang lebih terukur.</p> 2025-12-28T04:44:54+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/618 The Relevance of Ibn Rushd's Thought in the Revitalization of the Modern Islamic Boarding School Education System 2025-12-30T06:07:31+07:00 Purnomo Purnomo purnomo@uinsalatiga.ac.id Sa’adi Sa’adi Sa76adi@gmail.com Muhammad Aji Nugroho Nugroho67@gmail.com <p>his article presents an in-depth argument regarding implementing Ibn Rushd's philosophical thought as a systematic and authentic intellectual framework to address the challenge of aligning the classical Islamic scientific heritage with the times' demands prioritizing rationality, science, and critical thinking. Ibn Rushd's philosophy, which is fundamentally centered on the thesis of absolute harmonization and the unity of truth between reason (<em>burhan</em>) and revelation (sharia), offers a solid epistemological and theological foundation for the holistic integration of general and religious sciences. This research method is a content analysis of authoritative secondary sources on Ibn Rushd's thought relevant to the philosophy of education. This article outlines four pillars of implementation in detail. First, the design of an integrated curriculum based on the principle of the unity of truth rejects the dichotomy of knowledge. It utilizes the method of allegorical interpretation (<em>ta'wil</em>) in a controlled manner for experts. Second, the application of differentiated pedagogy inspired by the classification of three levels of human ability (rhetorical, dialectical, and demonstrative) allows for the maximum and progressive development of the potential of each student. Third, ethics education should be strengthened through an imaginative-narrative approach to form what is analogous to the "essential minimum of character" (Minima Naturalia), a concept of irreducible moral integrity. Fourth, the conceptualization of <em>kiai</em> leadership as a "Philosopher-King" figure who combines intellectual depth, moral nobility, and active social involvement.</p> 2025-12-28T04:45:38+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/688 Penerapan Metode Proyek Dalam Pembelajaran PAI di Era Digital 2025-12-30T06:07:31+07:00 Aisya Salsabila aisya05066@gmail.com Umi Rauhun umirauhun797@gmail.com Mukmin Mukmin mukmin@unikarta.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode proyek dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital melalui pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur dalam lima tahun terakhir. Metode studi literatur ini dilaksanakan melalui beberapa langkah sistematis, yaitu penelusuran artikel ilmiah dan buku daring menggunakan basis data Google Scholar dan DOAJ dalam kurun waktu lima tahun terakhir, seleksi sumber berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan, analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema, pola, dan kesenjangan penelitian, serta sintesis temuan untuk merumuskan rekomendasi pengembangan pembelajaran PAI berbasis proyek di era digital. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh gambaran komprehensif dan mendalam mengenai penerapan metode proyek dalam PAI. Hasil penelitian menemukan bahwa metode proyek mampu meningkatkan hasil belajar, motivasi, dan keterlibatan siswa secara signifikan. Model Project-Based Learning (PjBL) juga terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan literasi digital yang penting bagi peserta didik di era teknologi. Integrasi media digital dalam proyek meliputi, pembuatan video dakwah, portfolio digital, infografis akhlak, serta konten pembelajaran kreatif menjadikan pembelajaran PAI lebih interaktif, aplikatif, dan bermakna. Namun, penerapan PjBL masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi digital guru, kesiapan infrastruktur, serta alokasi waktu yang terbatas. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa metode proyek merupakan pendekatan yang relevan dan efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di era digital, terutama apabila didukung kompetensi guru dan fasilitas teknologi yang memadai.</p> 2025-12-28T04:46:13+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/630 Penanaman Pendidikan Karakter Religius Melalui Pendidikan Agama Islam dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045 2025-12-30T06:07:31+07:00 Muhammad Khalivi Abqary Mubarok mkhalivimubarok@gmail.com Rama Armedi rarmedi8@gmail.com Mohammad Asrori asrori@pai.uin-malang.ac.id <p>Visi Indonesia Emas 2045 menghadapi tantangan serius berupa krisis moral dan degradasi karakter, seperti maraknya perundungan, intoleransi, dan kekerasan di kalangan pelajar. Fenomena ini mengindikasikan bahwa pendidikan karakter selama ini cenderung terjebak pada tataran kognitif <em>moral knowing</em> dan belum menyentuh aspek habituasi <em>moral doing</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan peran PAI dalam menginternalisasi nilai-nilai karakter religius, khususnya cinta damai, toleransi, dan anti-kekerasan melalui pendekatan etika kebajikan guna membentuk generasi yang unggul dan beradab. Penelitian ini dikaji secara kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri dan mendokumentasikan artikel ilmiah bereputasi dengan rentang publikasi tahun 2020-2025. Teknik analisis data menggunakan <em>content analysis</em> yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI efektif mentransformasi pengetahuan agama menjadi watak melalui mekanisme habituasi, keteladanan guru, dan integrasi budaya sekolah. Secara spesifik ditemukan bahwa: 1) Karakter cinta damai diinternalisasi melalui praktik empati dan kolaborasi; 2) Toleransi dibangun melalui pergeseran dari sikap eksklusif ke inklusif lewat interaksi sosial aktif; dan 3) Ekosistem anti-kekerasan dibentuk melalui sinergi landasan teologis dengan kebijakan sekolah yang kondusif (model "Sinergi Teologis-Kultural"). Penelitian ini menyimpulkan bahwa PAI berfungsi strategis sebagai inkubator kesalehan sosial yang menjadi prasyarat kompetensi SDM Indonesia Emas 2045.</p> 2025-12-28T04:46:50+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/685 Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Meningkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi Peserta Didik 2025-12-30T06:07:32+07:00 Sukarni Sukarni sukarni300769@gmail.com Bahrani Bahrani bahrani@uinsi.ac.id Siti Fatimah teachfatimah2024@gmail.com Kamaruddin Kamaruddin kamarham1971@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana implementasi Kurikulum Merdeka berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada beberapa sekolah pelaksana Kurikulum Merdeka di Kalimantan Timur. Data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan ruang lebih luas bagi guru untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, mengoptimalkan projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan merancang alur pembelajaran yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan siswa. Implementasi tersebut terbukti mendorong peningkatan kemampuan membaca pemahaman, berpikir kritis, serta pemecahan masalah matematis. Meski demikian, penelitian juga menemukan beberapa tantangan, khususnya terkait kesiapan guru dalam mengadaptasi paradigma baru, keterbatasan sarana penunjang, dan kebutuhan pendampingan berkelanjutan. Secara keseluruhan, Kurikulum Merdeka memiliki potensi signifikan untuk memperkuat literasi dan numerasi apabila ditopang pelatihan yang memadai dan kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan.</p> 2025-12-28T04:47:25+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/640 Dinamika Keimanan dan Ketakwaan dalam Kegiatan Keislaman di SMA Negeri 1 Getasan Perspektif Pembelajaran Mendalam 2025-12-30T06:07:32+07:00 Farida Inayati Tsania faridania47@gmail.com Shinta Shofa Kamala soffashinta@gmail.com Muhamad Adib Al Idham diibadibal@gmail.com Ruwandi Ruwandi ruwandi.ruwandi2018@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip deep learning dalam kegiatan keagamaan Jumat sebagai sarana penguatan nilai-nilai spiritual dan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip deep learning dalam program keagamaan Jumat berpotensi signifikan dalam membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan kompeten secara global. Kegiatan keagamaan ini merepresentasikan pembelajaran bermakna, kolaboratif, reflektif, dan berorientasi nilai sebagaimana dikemukakan oleh Fullan dalam kerangka deep learning. Melalui keterlibatan aktif siswa dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi, kegiatan ini berhasil menguatkan enam kompetensi global (6C), yaitu berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, karakter, dan kewargaan. Keberhasilan penerapan deep learning dalam konteks keagamaan dipengaruhi oleh faktor internal, seperti peran guru sebagai fasilitator dan co-learner yang membangun kemitraan belajar yang egaliter serta budaya religius sekolah yang menumbuhkan keterlibatan aktif siswa, dan faktor eksternal, seperti dukungan kebijakan sekolah, partisipasi orang tua, serta kerja sama dengan lembaga keagamaan dan masyarakat yang memperkuat ekosistem pembelajaran kondusif. Temuan ini sejalan dengan teori Fullan yang menegaskan bahwa keberhasilan deep learning ditentukan oleh keterpaduan antara kemitraan, pedagogi, dan lingkungan belajar yang mendukung.</p> 2025-12-29T04:59:17+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/670 Implementasi Teknologi Digital Dalam Pembelajaran Agama Katolik Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik 2025-12-30T06:07:32+07:00 Fransiska Verawati Rade Kumanireng fransiskakumanireng01@stprenya-lrt.sch.id Yohana Trivonia Perada Mudamakin trivoniamudamakin@stprenya-lrt.sch.id Yosep Belen Keban yosep@stprenya-lrt.sch.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi teknologi digital dalam proses pembelajaran pendidikan agama Katolik dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SMA Swasta Ile boleng di Flores Timur. Implementasi teknologi digital diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan di SMA Swasta Ile Boleng Kabupaten Flores Timur dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Wawancara dan observasi langsung dilakukan sebagai alat pengumpulan data dan informasi. Penelitian&nbsp; ini dilakukan dari tanggal 07 sampai dengan 14 November 2025. Subyek dalam penelitian ini berjumlah tujuh informan. Hasil penelitian ini mengatakan bahwa teknologi digital dalam pembelajaran PAK di SMA Swasta Ile Boleng sudah berjalan dengan baik, namun belum optimal sehingga hal ini berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar peserta didik. Walaupun belum optimal karena kekurangan fasilitas pembelajaran, namun peserta didik di sekolah ini memiliki motivasi belajar yang cukup. Sumbangsih dari penelitian ini adalah guru PAK di sekolah ini harus dapat menguasai kompetensi teknologi digital dan fasilitas sekolah yang menunjang kegiatan belajar mengajar perlu diadakan demi meningkatkan motivasi belajar peserta didik.</p> 2025-12-29T05:09:15+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/622 Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Dalam Program Jumat Rehat Berwali 2025-12-30T06:07:32+07:00 Muhamad Wahyu Fatkur Rohman wahyusltg33@gmail.com Gaidha Lutfi Fadzilatunnisa gaidhaltfii@gmail.com Dila Oktariani Puspitasari oktarianidila@gmail.com Mashlihatul Umami umamie@uinsalatiga.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam program Jumat Rehat Berwali di SMAN 1 Tuntang, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terbentuk dari setiap kegiatan Jumat, serta menganalisis faktor pendukung dan kendalanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru PAI, wali kelas, guru olahraga, serta peserta didik yang terlibat dalam kegiatan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai PAI di SMAN 1 Tuntang telah berjalan efektif melalui empat kegiatan utama: Jumat Religi, Jumat Bersih, Jumat Sehat, dan Jumat Perwalian. Kegiatan tersebut menumbuhkan nilai religiusitas, tanggung jawab sosial, kepedulian lingkungan, serta empati dan komunikasi antar warga sekolah. Keberhasilan program didukung oleh peran aktif guru PAI, kolaborasi lintas bidang, dan dukungan kelembagaan sekolah, sedangkan kendala utama meliputi keterbatasan sarana prasarana dan variasi partisipasi siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa Jumat Rehat Berwali merupakan strategi efektif dalam internalisasi nilai-nilai Islam melalui pembiasaan dan keteladanan, serta berkontribusi pada pembentukan karakter religius, sosial, dan ekologis peserta didik di lingkungan sekolah.</p> 2025-12-29T05:12:20+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/682 Transformasi Digital dalam Pembelajaran PAI: Tantangan dan Peluang di Era Society 5.0 2025-12-30T06:07:32+07:00 Gadis Ramadayanti gadisramadayanti@gmail.com Lusiani Karimah lusianikarimah27@gmail.com Mukmin Mukmin mukmin@unikarta.ac.id <p>Transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era <em>Society 5.0</em>, ketika teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga mempengaruhi cara berpikir, budaya belajar, dan pemahaman nilai keagamaan. Namun, penelitian sebelumnya lebih banyak menyoroti penerapan teknologi pendidikan secara umum dan belum membahas secara mendalam dinamika transformasi digital dalam konteks pendidikan Islam, terutama pada aspek nilai, etika digital, dan literasi guru. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan dan peluang transformasi digital dalam pembelajaran PAI melalui studi kepustakaan yang menelaah literatur ilmiah dan jurnal terindeks, dengan analisis konten tematik untuk mengidentifikasi pola, isu utama, dan tren penelitian. Hasil menunjukkan bahwa transformasi digital PAI menghasilkan tiga temuan utama: (1) peningkatan efektivitas pembelajaran melalui integrasi teknologi seperti LMS dan media interaktif; (2) tantangan berupa kesenjangan infrastruktur dan rendahnya literasi digital guru; serta (3) kebutuhan penguatan kurasi konten dan etika digital guna menjaga otentisitas nilai-nilai Islam. Temuan ini menegaskan bahwa transformasi digital menuntut penyesuaian paradigma pendidikan Islam agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan nilai spiritual di era <em>Society 5.0.</em></p> 2025-12-29T05:13:02+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/645 Penumbuhan Mujahadatun Nafs Pada Diri Siswa Dengan Mengintegrasikan Ritual Keagamaan 2025-12-30T06:07:32+07:00 Suci Siti Nurbarkah sucibarkah37@gmail.com Saiful Bahri saifulbahri@unusia.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana integrasi pembiasaan keagamaan di MTsN 34 Jakarta berkontribusi terhadap pembentukan sikap <em>mujahadah an-nafs</em> siswa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan ditentukan secara <em>purposive</em>, terdiri atas wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru keagamaan, dan beberapa siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi metode dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan keagamaan di MTsN 34 Jakarta, seperti shalat dhuha, dzuhur berjamaah, tilawah, dzikir, infak, istighosah, dan kegiatan keputrian, berperan sebagai <em>hidden curriculum</em> yang menumbuhkan kedisiplinan, kedekatan spiritual, serta pengendalian diri siswa. Aktivitas tersebut melatih konsistensi ibadah, membangun kesadaran <em>muraqabah</em>, dan menumbuhkan kebiasaan baik yang terbawa hingga di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian, ritual keagamaan di madrasah tidak hanya berfungsi sebagai rutinitas ibadah, tetapi juga sebagai strategi pendidikan karakter Islami yang membentuk generasi religius, disiplin, dan berakhlak mulia.</p> 2025-12-29T05:13:35+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/666 Refleksi Belajar Siswa Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta 2025-12-30T06:07:32+07:00 Nanik Nurvayanti naniknurvayanti@gmail.com Bahrani Bahrani bahrani@uinsi.ac.id Agus Sukamto sukamto.agus1608@gmail.com <p>Penelitian ini mengkaji refleksi belajar siswa dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Aliyah (MA) Al-Falah, Penajam Paser Utara. Kurikulum ini menekankan nilai empati, <em>self-compassion</em>, dan <em>peer-caring</em> yang bertujuan mengembangkan karakter siswa agar seimbang secara spiritual, sosial, dan intelektual. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pengumpulan data melalui survei, wawancara semi-terstruktur, observasi, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi belajar secara sistematis meningkatkan kesadaran metakognitif, evaluasi diri, dan internalisasi nilai-nilai kasih sayang, empati, dan tanggung jawab sosial. Lingkungan belajar yang ramah anak dan aman secara psikologis, didukung oleh perhatian serta dukungan guru, memfasilitasi terciptanya suasana refleksi yang autentik dan transformatif. Implementasi kurikulum ini juga mendorong motivasi intrinsik dan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran, memperkuat kedisiplinan dan kualitas akademik sekaligus pembangunan karakter. Penelitian ini memberikan kontribusi penting pada pengembangan pendidikan holistik dan inklusif yang mengintegrasikan aspek spiritual, emosional, sosial, dan intelektual. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah pengembangan instrumen refleksi yang sesuai dengan nilai Kurikulum Berbasis Cinta dan pelatihan guru untuk mengoptimalkan fasilitasi refleksi siswa dalam berbagai konteks pendidikan.</p> 2025-12-29T05:14:09+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/648 Manajemen Talenta Berbasis Pendidikan Non-Formal untuk Penguatan Kapasitas Organisasi Budaya Pemuda 2025-12-30T06:07:32+07:00 Latifah Latifah latifah.2020@student.uny.ac.id Tasrim Tasrim tasrim@upy.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran manajemen talenta dalam meningkatkan kapasitas dan karakter anggota organisasi dengan studi kasus Forum Pemuda Budaya Kota Yogyakarta. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan organisasi non-profit berbasis budaya untuk menjaga keberlanjutan melalui pengelolaan sumber daya manusia yang efektif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, serta survei internal kepada 15 anggota aktif. Analisis dilakukan melalui reduksi data, koding, identifikasi tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rekrutmen berjalan transparan dan disertai komitmen awal yang jelas, pelatihan berbasis praktik langsung relevan dengan kebutuhan anggota, pembinaan berkelanjutan meski masih menghadapi tantangan konsistensi, retensi didukung oleh lingkungan kekeluargaan yang hangat, serta apresiasi sosial berfungsi sebagai penguat motivasi. Program dinilai relevan terhadap misi pelestarian budaya dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Wawancara dan observasi memperkuat temuan bahwa anggota tidak hanya memperoleh keterampilan teknis seperti public speaking, kepemimpinan, dan manajemen acara, tetapi juga mengalami transformasi karakter berupa disiplin, solidaritas, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen talenta dalam organisasi budaya pemuda tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme internal, tetapi juga sebagai model pendidikan non-formal berbasis komunitas yang mampu mengintegrasikan pengembangan kapasitas teknis dengan pembentukan karakter berbasis nilai budaya. Signifikansi penelitian terletak pada kontribusinya dalam memodifikasi teori manajemen talenta agar lebih inklusif terhadap konteks organisasi non-profit, sekaligus memperkuat literatur pendidikan non-formal berbasis komunitas sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.</p> 2025-12-29T05:23:05+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/664 Penerapan Focus Group Discussion (FGD) dalam Meningkatkan Keaktifan Mahasiswa pada Mata Kuliah Psikologi Pendidikan 2025-12-30T06:07:33+07:00 Yuniarti Yuniarti yuniartihasan06@gmail.com Bahrani Bahrani bahrani@uinsi.ac.id Siti Kamilah shteacamel@gmail.com <p>Tujuan dari penelitian ini&nbsp; untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam perkuliahan pada mata kuliah Psikologi Pendidikan dengan penerapan metode <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Kota Balikpapan semester tiga. Penelitian menggunakan pendekatan Classroom Action Research yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus&nbsp; meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 19 mahasiswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan dokumentasi, sedangkan instrumen yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas mahasiswa selama proses perkuliahan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keaktifan mahasiswa meningkat pada siklus I sebesar&nbsp; 65,26% pada siklus II meningkat hingga 88,42%&nbsp; Peningkatan tersebut disebabkan oleh semakin terbiasanya mahasiswa mengikuti alur FGD serta adanya kompetisi positif antar kelompok. Dengan demikian, penerapan metode FGD terbukti efektif dalam mendorong partisipasi mahasiswa secara aktif dan meningkatkan kualitas perkuliahan. Metode ini dapat dijadikan alternatif strategi perkuliahan yang mampu menciptakan suasana perkuliahan yang interaktif, partisipatif, serta dapat mengembangkan kemampuan berpikir mahasiswa.</p> 2025-12-29T05:23:41+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/610 Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Dan Budaya Literasi Peserta Didik Kelas IV 2025-12-30T06:07:33+07:00 Nurul Hikmah nuruluwgm@gmail.com Eka Selvi Handayani ekaselvi@uwgm.ac.id Gamar Al Haddar gamarhaddar19@gmail.com Yessy Ade Winarti Y.winarti@unipa.ac.id Intan Nur Safikah safikahnur3@gmail.com Nur Yanti nuryanti4336@gmail.com <p>Penelitian ini mempunyai tujuan memperoleh informasi dan untuk mendeskripsikan mengenai Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia dan Budaya Literasi pada Peserta Didik Kelas IV Al-Farabi di SD Cordova Samarinda. Penelitian ini menerapkan deskriptif kualitatif, subjek pada penelitian ini yaitu pendidik dan peserta didik kelas IV Al-Farabi di SD Cordova Samarinda. Bentuk teknik pengumpulan data ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Menganalisis data caranya reduksi, sajikan data, ditarik kesimpulan, dan mengecek keabsahan data. Membiasakan kegiatan berbicara, menyimak, membaca dan menulis untuk peserta didik menjadi menarik dan tidak bosan, karena guru menawarkan pilihan dalam membaca buku fiksi atau nonfiksi. Guru juga menyiapkan pojok membaca di sudut kelas. Ini adalah inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Peserta didik belajar Bahasa Indonesia contoh mempelajari tentang yang lain, adalah mengikuti dan diulangnya kata yang diterapkan orang besar. Pembiasaan literasi terlatih dan meningkatkan daya ingat peserta didik. Kegiatan berbicara, menyimak, membaca dan menulis dapat meningkatkan wawasan peserta didik menuju era abad 21.</p> 2025-12-29T05:24:19+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/680 Refleksi Praktik Mengajar: Implementasi Project-Based Learning pada Materi Anuitas dalam Mata Kuliah Matematika Ekonomi 2025-12-30T06:07:33+07:00 Shara Rafiqa Nurulcholillah Sukri shararafiqa@untad.ac.id <p>Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang refleksi praktik mengajar pada penerapan model <em>Project-Based Learnin</em>g (<em>PjBL</em>) dalam materi anuitas pada mata kuliah Matematika Ekonomi di Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Penelitian reflektif ini bertujuan menggambarkan proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, capaian hasil belajar mahasiswa, serta tantangan yang muncul selama implementasi. Subjek refleksi adalah 56 mahasiswa semester tiga pada tahun akademik 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, dokumentasi proyek berupa laporan tertulis dan presentasi kelompok, catatan aktivitas belajar, serta lembar refleksi mahasiswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan aktif, dan pemahaman konseptual mahasiswa terhadap konsep nilai waktu uang, termasuk present value dan future value. Temuan penting lainnya adalah meningkatnya kemampuan mahasiswa dalam komunikasi matematis melalui penyajian data, penjelasan grafik, dan diskusi kelompok. Kendala utama yang ditemui meliputi keterbatasan waktu penyelesaian proyek serta variasi kontribusi individu dalam kelompok. Secara keseluruhan temuan penelitian ini menegaskan bahwa PjBL memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna, kontekstual, dan relevan bagi mahasiswa dalam memahami konsep anuitas.</p> 2025-12-29T05:25:02+07:00 Copyright (c) 2025 Journal of Instructional and Development Researches